Juara di Spain Masters 2021, PBSI Sumut Beri Tali Asih ke Atlet Berprestasi Yulfira

PBSI Sumut
Sekum Pengprov PBSI Sumut, Edi Ruspandi (kiri), saat berbincang dengan altet berprestasi, Yulfira Barkah (baju putih), usai pemberian tali asih, baru-baru ini.

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Sumatera Utara menguatkan komitmen kepeduliannya terhadap atlet-atlet putra-putri daerah berprestasi, karena telah mengharumkan nama Indonesia umumnya dan Sumut khususnya di kejuaraan level internasional.


Salah satunya dengan memberikan tali asih kepada atlet putri Pelatnas Cipayung, Yulfira Barkah, yang merupakan asli putri daerah asal Medan, Sumut.

Pemberian tali asih tersebut diberikan kepada atlet berusia 23 tahun itu di kantor sekertariat Pengprov PBSI Sumut, GOR PBSI Sumut, Jumat (23/7/21) kemarin.

Sebagaimana diketahui, Yulfira sukses menjadi juara Spain Masters 2021 di nomor ganda putri pada bulan Mei lalu. Yulfira berpasangan dengan Febby Dwijayanti.


Sebagai informasi, pasangan Yulfira/Febby menjadi juara ganda putri Spain Masters 2021 usai di final mengalahkan pasangan asal Denmark, Amalie Magelund/Freja Ravn (21-16, 21-14).

“Tak hanya kami, seluruh masyarakat Sumut tentu sangat bangga atlet-atlet daerah kita sukses meraih prestasi di kancah internasional,” kata Ketum Pengprov PBSI Sumut, Suripno Ngadimin, saat dihubungi awak media, Senin (26/7/21).

Hal senada juga disampaikan Sekum Pengprov PBSI Sumut, Edi Ruspandi. Dirinya berharap prestasi yang diraih Yulfira ini bisa menjadi inspirasi bagi atlet-atlet Sumut lainnya untuk berpartisipasi.

“Menjadi juara tentu tidak mudah, butuh perjuangan dan kerja keras. Tentu kita semua berharap hasil yang diraih Yulfira ini bisa menginspirasi yang lainnya,” harap Edi Ruspandi.

Terpisah, Yulfira mengaku bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pengprov PBSI Sumut yang tetap peduli kepada atlet-atlet daerah yang berprestasi.

“Pastinya saya sangat berterimakasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan kepada saya. Semoga apresiasi yang diberikan ini tetap ada ke depannya bagi atlet-atlet berprestasi,” ucap atlet kelahiran 4 Februari 1998 itu. (*/pojoksumut)