Ups! Guru Besar USU yang Hina SBY Ini Ternyata Pernah Kirim Dokumen ‎ke Jokowi, Berharap Jadi Menteri

Guru Besar USU, Prof Yusuf Leonard Henuk. Foto : Twitter

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Fakta baru terungkap dari kasus Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Yusuf ‎Leonard Henuk yang bertubi-tubi menghina Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY.


Ini setelah diketahui Leonard ternyata pernah mengirimkan berkas ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar dirinya dipertimbangkan untuk masuk kabinet Kabinet Indonesia Maju pascakasus korupsi yang menimpa dua menteri yaitu Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo dan Menteri Sosial, Juliari Batubara.

Dari dokumen yang beredar, Leonard menuliskan surat ke presiden tertanggal 7 Desember 2020 dan dikirim dan dikirimkan dengan jasa pengiriman tanggal 8 Desember ke Istana Bogor di Jalan Ir H Juanda No.1 Kelurahan Paledang, Kecamatan Kota Bogor Tengah, Bogor

“Pada kesempatan ini, perkenankanlah saya mengirim berkas lama yang pernah saya kirim kepada Bapak Presiden Jokowi di masa lalu guna sekiranya dapat dipertimbangkan kembali agar saya ditempatkan di posisi mana saja sesuai kompetensi saya. Jika dalam waktu dekat ada pergantian dua menteri tertangkap tangan oleh KPK,” demikian tertulis di salah satu berkas.


Soal dokumen itu, Leonard tidak membantah dan mengakuinya. “Ya (benar), (surat dikirim) sebelum pengangkatan enam menteri baru itu,” sebutnya, Jumat (15/1/2021).

Leonard mengatakan dirinya sah saja mengajukan diri. Selain itu, dirinya juga memiliki keilmuannya sebagai profesor dan guru besar yang diyakininya bisa membantu Presiden. “Kebetulan dua menteri kosong. Saya tidak salah toh. Normal-normal saja itu,” ungkapnya.

 

 

 

 

Seperti diberitakan sebelumnya, Leonard viral lantaran lantang menyebut bodoh ke mantan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono dan putranya sekaligus Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Hal itu dituangkan Leonard dalam akun Twitternya dalam banyak cuitan yang tidka terima SBY dan AHY kerap mengkritik pemerintah saat ini.

Namun, dalam keterangannya ke pojoksatu.id, sebelumnya, Leonard sempat membantah aksinya demi sesuatu. “Bukan saya mau cari jabatan, (seperti) menteri, saya professor saja sudah cukup. Kalau saya masuk ke dalam saya tidak bisa bersuara lagi,” tegasnya.

Saat ini, Leonard sendiri telah dipolisikan Partai Demokrat Medan ke Polda Sumut atas cuitannya itu.
(nin/pojoksumut)