Gurnning : Kami Sangat Kecewa Kepemimpinan Wasit Juga Permainan Persiraja

Abdul Rahman Gurning dan Legimin Raharjo. Foto : Nina/pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Rasa kecewa sangat dirasakan skuad PSMS Medan yang takluk 0-2 dari Persiraja Banda Aceh di Stadion H Dirmuthala, Rabu (15/8/2019) malam.


Bukan soal kekalahan saja, melainkan bagaimana Legimin Raharjo dkk merasakan ketidakadilan wasit yang memimpin laga pamungkas putaran I wilayah Barat, yaitu Candra (Sumatera Barat).

Usai laga, Pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning tak bisa menyembunyikan kekesalannya dan langsung mengkritisi kinerja wasit.

Dia memahami publik akan menilainya protes karena hasil yang tidak memihak ke kubu PSMS, namun secara tegas dia mengatakan apa yang terjadi berawal dari buruknya kepemimpinan wasit. “Pasti orang bilang beralasan seperti itu karena kalah tapi memang itu kenyataannya. Itu streaming video kan ada, nanti kita lihat sendiri,” ujarnya.


Dia mencontohkan bagaimana lahirnya gol pertama Persiraja yang dicetak Defri Rizki menit 49 berawal ada pelanggaran terhadap pemainnya saat heading, namun wasit kemudian memberi tendangan ndangan bebas buat tuan rumah.

Selanjutnya gol yang dicetak Irfan Mofu, dinilai Gurning sama dengan gol milik PSMS yang sempat dianulir. “Boleh lihat di videonya. Wasitnya belum pantas mimpin. Mungkin ada tekanan, kita kan enggak tahu. Karena dia (wasit) banyak ngomong sama pemain kita. Saya (wasit bilang) diancam pakai pistol, kita enggak tahu betul apa enggak, gawat itu kan. Kan berarti menghalalkan segala cara,” ungkapnya.

“Memang kalau begini sepak bola kita, jadi ya gini-gini aja terus, dari jaman saya main tahun 80-an saya sudah berulang kali main bola ke Aceh ini ya begitu juga wasitnya enggak akan maju-maju wasitnya. Karena wasitlah memimpin maka pertandingan begitu,” tandasnya.

Selain itu, Gurning menyebutkan tim lawan seakan melakukan apapun untuk memang, hingga pemain PSMS Wira Satria dibawa ke rumah sakit karena beradu dengan pemain Persiraja pada menit 39.

“Jadi kemenanan itu segala cara dilakukan, main hantam, hajar, sikut akhirnya pemain kita masuk ke rumah sakit satu. Jadi kami snagat kecewa, baik kepemimpinan wasit juga permainan Persiraja,” tegasnya.

Gurning mengatakan sejatinya sudah menduga akan terjadi hal yang tak diinginkan. Ini berdasarkan pengakuan tim-tim lain yang lebih dulu melawan Persiraja. “Kami sebenarnya sudah wanti-wanti. Dari semua tim yang kemari katakan begitu. Jadi ya udahlah kita jalani aja. Akhirnya jadi seperti bakal ada partai alas dednam, pasti pemain kita kecewa, pasti ada niat, pasti kita redam,” tukasnya.

Sementara itu, Kapten PSMS, Legimin Raharjo menambahkan dia dan rekan-rekannya sudah berusaha dan mengimbangi permainan Persiraja. “Cuma ada bebrapa hal yang banyak merugikan kita, semua juga bisa lihat,” ujarnya. (nin/pojoksumut)