Terima Tujuh Komputer dari BI Sumut, SMP Alwasliyah Ampera II Siap Ikuti UNBK 2019

Ketua Yayasan Wakaf Perguruan Alwasliyah Ampera II, H Adi Syahbana bersama pelajar SMP yang siap jelang UNBK 2019. Foto : Nina/Pojoksumut

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) sejak diberlakukan tahun 2015 lalu sejatinya belum bisa dilaksanakan semua sekolah, karena keterbatasan ketersediaan laptop dan komputer.


Seperti yang dialami SMP Wakaf Perguruan Alwasliyah Ampera II pada tahun-tahun sebelumnya.

Beruntung, tahun ini sekolah ini siap melaksanakan UNBK yang akan diikuti 94 pelajar yang dibagi dalam kita sesi ujian.

Ini tak terlepas dari bantuan tujuh unit komputer model terbaru yang kini telah menghiasi laboratorium komputer peserta didik.


Ketua Yayasan Wakaf Perguruan Alwasliyah Ampera II, H. Adi Syahbana menjelaskan ketujuh komputer tersebut merupakan bantuan dari Bank Indonesia (BI) Sumut.

Bantuan tersebut tentu bukan datang dengan sendirinya, sebab Adi dan pihak sekolah mengajukan bantuan ke beberapa perusahaan, namun respon BI begitu positif dan cepat.

“Sebenarnya ini karena keprihatinan saya dengan UNBK berbasis komputer, semua kan wajib hukumnya. Saya berpikir bagaimana caranya (sekolahnya ikut UNBK), dan salah satunya dengan membuat proposal. Ada empat perusahaan yang kami ajukan permohonan bantuan komputer. Hanya BI yang tembus, saya minta sepuluh, saya mikirnya dapat setengahnya saja sudah syukur, alhamdulillah ini malah dapat tujuh. Kami dapat komputer terbaru kalau enggak salah harganya Rp4,7 juta per satu unit. Komputernya enggak pakai CPU,” ujarnya didampingi Dewi Amperawati Kepala Sekolahh SMP Wakaf Perguruan Alwasliyah Ampera II.

”Saya merasa puas, keprihatinan saya apakah bisa tidaknya sekolah kami melaksanakan UNBK berbasis komputeritu bisa terjawab. Lalu saya mengajukan ke Dinas Pendidikan bahwa sekolah SMP Alwasliyah Ampera II sanggup melaksakan ujian nasional berbasis komputer tahun ini,” ungkapnya.

“Baru tahun ini bisa sekolah kami ikut ujian berbasis komputer. Untuk melancarkan pelaksaannya kami mengadakan pelatihan dari guru komputer di sekolah. Respon anak-anak sedang lihat komputer baru,” jelasnya.

Dengan tambahan tujuh unit ini, memang belum semua pelajar mendapatkan komputer. Diakui karena banyak orang yang tidak mampu di sekolah tersebut, maka dia meminta tolong ke ke siswa jika ada laptop saudara pakai dulu. ” Di sini rata-rata kurang mampu, kita engak bisa paksakan untuk beli laptop. Jadi bilang ke siswa pinjam dulu sama saudara, kalau rusak atau hilang kita ganti, apa boleh buat,” ucapnya.

Pun diakui Adi masih ada satu kendala pihaknya untuk mendapatkan server cadangan. Dia berharap bisa menyelesaikannya sebelum hari UNBK digelar April 2019 ini.

Saat ini di sekolah tersebut ada sekira 225 pelajar SD dan 307 siswa SMP. “Semoga semua lancar dan UNBK tahun ini sukses,” ujar Dewi Amperawati Kepala Sekolahh SMP Wakaf Perguruan Alwasliyah Ampera II. (nin/pojoksumut)