OSO Serukan Kader Hanura Menangkan Jokowi-Ma’ruf Amin, Targetkan 70 Persen Suara

OSO ketika menyampaikan pidatonya dalam acara workshop nasional DPRD di Medan, Senin (10/12/2018).

 




POJOKSUMUT.com, MEDAN-Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang (OSO) menyerukan kepada para kadernya untuk memenangkan pasangan Joko Widodo – Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 mendatang.

OSO pun memastikan kadernya tidak akan membelot, dan semua akan mendukung Jokowi-Ma’ruf mulai dari pusat hingga tingkat daerah dan kabupaten/kota.

“Tidak ada yang (membelot) di Hanura. Kalau ada yang seperti itu pengkhianat,” tegas OSO ketika menyampaikan pidatonya dalam acara workshop nasional DPRD dan Training of Trainer (ToT) kepada jajaran kader yang menjadi pengurus partai di seluruh Indonesia, yang digelar di Tiara Convention Center, Senin (10/12/2018) malam.

Namun demikian, OSO tidak menyampaikan secara detail bagaimana strategi mereka untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf. Begitu juga dengan persentase raihan suara di Sumut, OSO menyerahkan kepada pengurus daerah. “Kita berikan mereka kebebasan untuk memilih semaksimal mungkin,” ucapnya.

Sementara itu Ketua DPD Hanura Sumut Kodrat Shah berkomitmen seperti yang disampaikan OSO. Kodrat menargetkan angka 70 persen suara untuk Jokowi-Ma’ruf di Sumut. “Tujuh puluh persen targetnya,” ujar Kodrat singkat yang diwawancarai seusai pembukaan acara tersebut.

Untuk diketahui, DPP Partai Hanura menggelar workshop nasional DPRD dan Training of Trainer (ToT) yang bertujuan membangun komunikasi politik dengan pemilih untuk pemenangan Partai Hanura pada Pemilu Serentak 2019.

Ketua Panitia, Ali Kastela mengatakan, kegiatan ini menjadi rangkaian agenda yang digelar oleh Partai Hanura untuk mempersiapkan seluruh kader mereka menghadapi Pemilu 2019. Dalam kegiatan ini, panitia menghadirkan para narasumber dari berbagai kalangan seperti dari Kemendagri, KPU Provinsi Sumatera Utara, dan Bawaslu Sumatera Utara.

“Seluruh narasumber akan memberikan materi terkait dengan Pemilu 2019, mulai dari aturan hingga hal-hal yang dilarang,” kata Ali Kastela.

Ali menjelaskan, pelaksanaan workshop dan ToT ini menjadi bagian yang penting bagi partai mereka dalam menghadapai Pemilu 2019. Sebab, diberikan pemahaman kepada kader tentang aturan pemilu hingga berbagai bentuk pelanggaran yang tidak boleh dilakukan wajib diketahui.

“Peserta juga diberikan materi-materi menghadapi pemilu serentak mulai dari membangun militansi kader, aspek pencitraan politik elektoral, hingga membangun Saint League dan Jokowi efek terhadap peningkatan suara pada pemilu serentak,” tuturnya.

Dengan adanya ToT ini, tambah Ali, Partai Hanura berharap seluruh kader mereka yang jadi peserta dapat menerapkan seluruh materi yang mereka peroleh kepada seluruh kader pada seluruh lapisan. (fir/pojoksumut)