Melawan saat Pengembangan Kasus, Pelaku Bongkar Rumah Didor Polisi

Pelaku yang didor polisi karena melawan

POJOKSUMUT.com, MEDAN-Septian Putra (SP), warga Jalan Menteng VII, Gang Sehati No 18, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan oleh personel Polsek Medan Barat di kaki kanannya.


Sebab, pemuda berusia 20 tahun ini berusaha melawan petugas saat dilakukan pengembangan atas kasus bongkar rumah yang telah dilakukannya.

Kapolsek Medan Barat, Kompol Choky Sembiring Meliala menjelaskan, penangkapan terhadap Septian, berawal dari laporan korban Bambang Lestari (60) warga Jalan Makmur No 40, Kelurahan Silalas, Kecamatan Medan Barat karena rumahnya dibongkar maling.

Laporan tersebut tertuang dalam LP / 301/XII/2018/SPKT/Restabes Medan/Sek Medan Barat, pada tanggal 2 Desember 2018.


“Pasca mendapat laporan, kita langsung ke TKP untuk lakukan penyelidikan dengan melihat rekaman CCTV yang ada di rumah korban,” ungkapnya kepada wartawan, Minggu (9/12/2018).

Choky mengaku usai melihat rekaman CCTV itu, pihaknya langsung mencari informasi tentang keberadaan pelaku. Lalu, sambungnya, pada Jumat (7/12/2018) kepolisian mendapat informasi jika pelaku berada di seputaran MMTC Jalan Pancing.

“Saat itu kita langsung ke sana dan menangkap pelaku,” jelas Choky.

Ia menuturkan, petugas kemudian mendatangi rumah pelaku dan menemukan barang bukti berupa satu kunci mobil CRV B 1183 BJH beserta STNK, sebuah modem WiFi dan jaket biru yang digunakan pelaku saat melakukan pencurian.

Saat mencari barang bukti lain, pelaku ternyata melakukan perlawanan dan tidak mengindahkan tembakan peringatan yang dilakukan personel.

“Anggota kita terpaksa menembak kaki kanan pelaku karena berusaha melawan dan melarikan diri. Lalu pelaku dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk mendapatkan tindakan medis,” bebernya.

Saat diinterogasi, kata Choky, pelaku mengakui perbuatannya dengan mencuri sepeda motor serta barang-barang milik korban. Saat melakukan aksinya, Septian dibantu oleh temannya yang masih buron, yakni berinisial HC.

“Pelaku mengaku, jika sepeda motor hasil curiannya sudah dijual di daerah Jalan Metrologi. Mendapat informasi ini, kita pun langsung ke lokasi tempat pelaku menjual hasil curiannya,” terangnya.

Choky memaparkan, Putra melakukan pembongkaran rumah korban pada Minggu (2/12/2018) sekitar pukul 06.30 WIB ketika korban masih tidur. Ketika korban terbangun, ia melihat kedua sepeda motor Honda Vario miliknya masing masing BK 2427 AHI dan BK 4069 ADT yang diparkirkan di dalam rumahnya sudah tidak ada lagi.

Begitu juga dengan kunci kontak mobil CRV B 1183 BJH beserta STNK mobil atas nama Meidyanto serta satu unit modem WiFi milikny juga sudah tidak ada lagi.

“Kita akan terus mengejar rekan tersangka yang turut membantu melakukan pencurian bongkar rumah ini,” pungkasnya. (fir/pojoksumut)