Reklamasi Pulau Lae-lae Diklaim Jadi Destinasi Wisata Baru di Makassar

Reklamasi Pulau Lae-lae (youtube)

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Pemprov Sulsel mengklaim reklamasi Pulau Lae-lae akan dipergunakan untuk kepentingan masyarakat dan akan menjadi destinasi wisata baru di Sulsel.


Hal tersebut diungkapkan Sekda Sulsel Abdul Hayat Gani usai memimpin rapat reklamasi Pulau Lae-lae belum lama ini.

Rapat reklamasi Pulau Lae-lae dilakukan sejumlah pihak di Toraja Room, Kantor Gubernur Sulsel, Rabu 21 September 2022.


Hadir dalam rapat tersebut Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sulsel, Pihak PT Yasmin, Otoritas Pelabuhan, PT Pelindo, Dinas PUTR Sulsel, Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Sulsel, Biro Hukum Sulsel, dan sejumlah instansi lainnya yang terkait.

Abdul Hayat menjelaskan, pertemuan itu untuk menyamakan persepsi terkait rencana reklamasi Pulau Lae-lae sebagai pengganti lahan seluas 12,11 hektare dari pengelola PT Yasmin kepada Pemprov Sulsel.

BACA : Ini Syarat Pendaftaran PPPK Guru 2022 Berdasarkan Juknis Seleksi PPPK 2022

Abdul Hayat berharap, reklamasi Pulau Lae-lae bisa segera berjalan, karena reklamasi ini direncanakan selesai sebelum berakhirnya masa jabatan Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.

“Rapat ini untuk menyamakan persepsi. Tujuannya kita ingin Lae-lae tuntas sebelum akhir periode gubernur. Pak gubernur inginkan sebelum berakhir masa jabatan selesai. Jadi kita tajamkan lagi,” ucapnya.

Abdul Hayat juga mengungkapkan, untuk pelaksanaan reklamasi Lae-lae, Pemerintah Provinsi masih menunggu kajian yang dilakukan oleh PT Yasmin sebagai penanggung jawab kegiatan reklamasi tersebut.

Kajian dilakukan karena reklamasi Lae-lae ini akan dipergunakan untuk kepentingan masyarakat, dan ini akan menjadi destinasi wisata baru di Sulsel.

“Kita masih menunggu kajian. Sementara uji tempat untuk kepentingan khalayak. Kalau jadi, itu ada ekonomi baru disitu. Bayangkan kalau Lae-lae itu ada ekonomi baru. Ada Jimbarannya Bali di situ, naik perahu bolak balik. Inilah destinasi wisata kita dorong untuk pertumbuhan ekonomi,” terangnya.

Dikutip dari Wikipedia, Pulau Lae-Lae adalah salah satu pulau yang berada di gugusan Kepulauan Spermonde dan secara administratif masuk pada wilayah Kelurahan Lae-Lae, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Dalam sejarahnya, Pulau Lae-Lae merupakan pulau peninggalan Jepang. Pulau dengan luas 6,5 ha berpasir putih ini dihuni oleh 400 keluarga atau sekitar 2.000 jiwa.

Jarak pulau ini dari Makassar sekitar 1,5 km. Kita dapat berkunjung melalui Dermaga Kayu Bangkoa di jalan Pasar Ikan No. 28 atau dermaga yang terletak di depan Fort Rotterdam dengan menggunakan speedboat/jonson dengan waktu kurang dari 15 menit. (pojoksulsel)