Kejari Parepare Pulihkan Uang Negara Rp2,8 Miliar

Kajari Parepare Didi Haryono

POJOKSULSEL.com, PAREPARE – Kejari Parepare memulihkan keuangan negara sebesar Rp2,8 miliar, dari denda dua proyek yang didampingi tim kejaksaan.


Kajari Parepare Didi Haryono, Jumat (23/8/2022), mengatakan, pemulihan keuangan negara ini setelah dilakukan pendampingan pembangunan sesuai permintaan dari pemerintah daerah atau instansi terkait.

“Ada tiga kegiatan yang meminta pendampingan, yaitu pembangunan Masjid Terapung dengan nilai kontrak sebesar Rp28,9 miliar dengan waktu penyelesaian selama 160 hari kalender,” terang Kajari Parepare Didi Haryono.


Untuk tahap kedua, lanjut Kajari Parepare Didi Haryono, yaitu pekerjaan rrsitektural masjid dengan nilai kontrak sebesar Rp14,8 miliar dengan waktu pelaksanaan pekerjaan sampai dengan tanggal 31 Desember 2021.

BACA : Syarat Pengurusan SKCK Baru, Perpanjangan, dan Biayanya di Polrestabes Makassar

“Pendampingan lainnya yakni pembangunan Anjungan Cempae dengan nilai kontrak sebesar Rp19 miliar dengan waktu penyelesaian selama 150 hari kalender,” beber Kajari Parepare Didi Haryono.

Proyek yang didampingi tim kejaksaan lainnya yakni rehab alun-alun Kota Parepare dengan nilai kontrak sebesar Rp1,9 miliar dengan waktu penyelesaian selama 115 hari kalender.

“Dalam pelaksanaanya, Jaksa Pengacara Negara di Bidang Perdata dan Tata Negara Kajari Parepare telah berhasil memulihkan keuangan negara sebesar Rp2,8 miliar,” ujar Didi.

Kajari Parepare Didi Haryono merinci, denda keterlambatan pembangunan masjid terapung tahap II tahun anggaran 2022 sebesar Rp. 2.561.574.054, dan kurang volume tahap I tahun anggaran 2021 sebesar Rp.163.671.162.

“Untuk denda keterlambatan pembangunan anjungan cempae tahun anggaran 2021 sebesar Rp 105.385.000. Sedangkan dalam pembangunan rehab alun-alun kota dengan anggaran tahun 2021 tidak ada temuan dalam keterlambatan pelaksanaan maupun pekerjaan fisiknya,” jelasnya. (haerulamran/pojoksulsel)