Bupati Minta Semua Pihak Berperan Wujudkan BISA Smart City di Luwu Utara

POJOKSULSEL.com – Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani menghadiri penutupan Bimtek Tahap IV dan Penandatanganan komitmen bersama menuju Luwu Utara Bisa Smart City di hotel Grand Town Makassar, Kamis (22/09/2022).


Penandatanganan Komitmen Bersama pelaksanaan Program Smart City Pemda Luwu Utara Quick Win-Master Plan Smart City Kabupaten Luwu Utara Tahun 2022-2032.

Baca juga : Ini Kebijakan Pemda Dalam Upaya Pelestarian Budaya di Kabupaten Luwu Utara


Penutupan Bimtek Tahap IV dihadiri Perwakilan Dirjen Aplikasi dan Informatika kemen Kominfo Ikhsan, Tim ahli Smart City Kemen Kominfo Rudy Hartono, Agus Tri Cahyono, Tika Nurwidiani, Perwakilan Balai Besar Wilayah sungai pompengan jeneberang Provinsi Sulsel, Ketua DPRD Luwu Utara, Sekda Luwu Utara, Unsur Perguruan Tinggi ( UNHAS, ITH Pare-pare, UNANDA Palopo, Instansi Perbankan BUMN/ BUMD, Pimpinan SKPD, para Tim Pelaksana Smart City.

Kadis Kominfo Provinsi Sulawesi Selatan Amson Padolo mengapresiasi, dan mengakselerasi Kabupaten Luwu Utara menjadi kabupaten yang terpilih sebagai pendampingan kota cerdas.

Baca juga : Menpan-RB Penuhi Semua Usulan Formasi ASN Pemda Luwu Utara

“Pelaksanaan Smart City ini melibatkan seluruh komponen yg ada sehingga perlu dukungan dan kolaborasi antara pimpinan daerah,” kata Amson Padolo.

Amson menuturkan, pengembangan wilayah berbasis Smart City merupakan salah satu upaya pemerintah menghadapi tantangan urbanisasi yang terus meningkat di era digital.

“Dan ini tidak kalah penting adalah kemampuan kita pengamanan data dan sistem melalui security sistem,” tandasnya.

Baca juga : 2 Desa di Luwu Utara Ditetapkan sebagai Pilot Project Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani mengapresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Kementrian Kominfo RI atas terlaksananya Bimtek ini dengan bantuan tim ahli, melibatkan tim pelaksana dan dewan kota cerdas telah tersusun dokumen Masterplan Luwu Utara BISA Smart City 2022-2032.

“Pelaksanaan Smart City menjadi tanggung jawab kita semua dari 6 dimensi yang ada. Ini adalah bagian dari mewujudkan pemerintahan yang smart dan cerdas, sebagai bentuk komitmennya ASN , P3K itu juga punya kontribusi dalam mewujudkan smart government,” kata Indah.

Baca juga : Viral, Anggota Dewan Hukum Sopir Truk, Disuruh Guling-guling Diaspal Sambil Push Up, Warganet : Ya Allah Pak, Tega Amat

Ia menjelaskan, sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Luwu Utara peringkat tertinggi di Sulawesi Selatan dan ini modal Bagi Luwu Utara di birokrasi kita menuju kelas dunia.

“Sebagaimana Roadmap RB sejak tahun 2008 disusun hingga tahun 2024 menuju birokrasi kelas Dunia diharapkan mampu melaksanakan secara berkesinambungan konsep Smart City yang telah disusun dalam master plan,” jelasnya.

“Oleh karena itu modal yang sudah cukup baik ini di kita harapkan dapat di optimalkan dengan baik Melalui pendekatan Top Down Support,” sambungnya.

Menurutnya, ada 6 Dimensi didalam Smart City yang akan dikerjakan 1 tahun ke depan yakni, Quick Win 2022-2023 Dimensi Smart Governance, dimensi Smart Branding, dimensi Smart Society, Dimensi Smart Economy, Dimensi Smart Living dan Dimensi Smart Environment.

“Masamba menuju Smart City dalam Dokumen masterplan 2023-2032 dan Quick Win 2022-2023 dirumuskan dengan mengacu pada teknik Analisa SWOT memperhatikan Indikator SNI ISO 37122:2019 menghasilkan Visi misi, program kegiatan, rencana Aksi serta Draft logo branding city secara terukur. Langkah awalnya adalah melalui penerapan Quick Win 2022-2023 serta konsistensi dan komitmen para dewan dan tim pelaksana Smart City,” ungkapnya.

Lebih lanjut Indah mengatakan, kedepan akan di evaluasi sejauh mana pelaksanaan Quick Win BISA “Smart City” kabupaten Luwu Utara.

“Diharapkan melalui kerjasama, kolaborasi multipihak tujuan penataan kota masamba menjadi kota yang Smart akan terwujud sesuai target yang di rencanakan,” pungkasnya. (pojoksulsel)