Masuk UNESCO Global Geopark, Inilah Kelebihan Geopark Maros Pangkep

Geopark Maros Pangkep ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) oleh Pusat Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO). (Youtube)

POJOKSULSEL.com, MAKASSARGeopark Maros Pangkep ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) oleh Pusat Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO).


Keputusan masuknya Geopark Maros Pangkep tersebut diambil melalui Rapat Dewan Council Geopark UNESCO di Satun, Thailand.

Sebelumnya, tim evaluator dari UNESCO Global Geoparks, Martina Paskova dan Jacob Walloe Hansen, melakukan penilaian untuk Geopark Maros Pangkep masuk dalam daftar Geopark dunia yang tergabung dalam UNESCO Global Geoparks, pada Juni 2022 lalu.

“Alhamdulillah Geopark Maros-Pangkep dalam rapat Dewan Council Geopark UNESCO di Satun Thailand telah disetujui dan direkomendasikan sebagai anggota baru UNESCO Global Geopark,” kata Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman, Kamis (8/9/2022).


Geopark Maros Pangkep memiliki keistimewaan landscape dengan tipe tower karst yang menjulang tinggi yang tersusun dari batuan gamping yang sangat khas.
Geopark Maros Pangkep juga salah satu karst kelas dunia dengan keindahan, keunikan flora dan fauna, nilai-nilai ilmiah dan sosial budaya dan salah satu kawasan karst terluas di dunia.

BACA : SAH! Geopark Maros Pangkep Masuk UNESCO Global Geopark

Sebagai taman bumi dapat dikelola untuk kepentingan konservasi, edukasi, dan pembangunan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Kini, Geopark Maros Pangkep menjadi ikon dan destinasi terbaik, bukan hanya di Sulsel tetapi di Indonesia.

Kawasan geopark ini terbentang luas, dengan wilayah darat seluas 2.243 km persegi dan kawasan laut dengan luas 2.815 km persegi, dengan presentase luas daratan sebesar 44,6 persen dan lautan 55,4 persen, serta panjang garis pantai 88,5 km.

BACA : Andi Sudirman Beber Keunggulan Geopark Maros Pangkep, Unesco Terkesan

Semuanya tercakup dalam 7 jalur Geotrail dan 30 Geosite. Jumlah populasi manusia yang mendiami kawasan sebesar 665.000 jiwa, bersuku Bugis dan Makassar.

Bupati Maros Chaidir Syam sebelumnya menyebutkan, di lokasi Geopark Maros telah ditemukan lukisan tertua di dunia 45.000 tahun yang lalu, dimana lusikan ini mengalahkan lukisan di Spanyol sekitar 15000 tahun yang lalu.

Kawasan Geopark Maros Pangkep diketahui juga mempunyai 400 gua dengan ornamen mempesona dengan proses pembentukan jutaan tahun, termasuk lukisan dinding gua yang berumur puluhan ribu tahun.

Bahkan pada tahun 2014, ditemukan lukisan cap tangan dan babi rusa berusia sekitar 40.000 tahun di Leang Timpuseng, memecahkan rekor usia lukisan tangan yang ditemukan di El Castillo, Spanyol. (pojoksulsel)