6 Bulan Perang, Ini Catatan Kerugian Rusia dan Ukraina

Yavoriv Military Base atau Pangkalan Militer Yavoriv milik Ukraina diserang Rusia (net)

POJOKSULSEL.com – Rusia melakukan invasi ke Ukraina dimulai pada 24 Februari lalu. TErcatat sudah 6 bulan lamanya dan sampai kini belum berakhir.


Selama enam bulan, perang telah menarik perhatian dunia, mengganggu distribusi global makanan dan bahan bakar dan membuat negara terguncang. Tak hanya militer, warga sipil pun jadi korban.

baca juga : Rusia Minta Pasukan Ukraina di Mariupol Menyerah Mulai Pukul 06.00 Pada 17 April 2022

Laporan NPR, berikut catatan kerugian masing-masing negara dalam berbagai sektor, baik itu perekonomian, korban jiwa, hingga pengungsi. Ini menjadi gambaran bahwa perang sudah sangat merugikan kedua belah pihak.


1. Pengungsi

Invasi Rusia ke Ukraina telah memicu krisis pengungsi terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Sejak Februari, lebih dari 13 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, menurut badan pengungsi PBB, UNHCR. Hampir 6,7 juta pengungsi telah tersebar di seluruh Eropa, dengan Polandia mengambil bagian terbesar. Sebanyak 6,6 juta orang lainnya menjadi pengungsi internal di Ukraina.

baca juga : Usai Rusia Kalah Perang, Pembantaian Sadis Terungkap di Bucha Ukraina, Puluhan Mayat Dibiarkan Berserakan di Jalan

Sebagian besar warga Ukraina yang melarikan diri dari negara itu adalah wanita dan anak-anak, karena pemerintah telah melarang pria berusia 18 hingga 60 tahun untuk pergi. Departemen migrasi Uni Eropa mengatakan hampir 500.000 anak-anak Ukraina telah diintegrasikan ke sekolah-sekolah di negara-negara Uni Eropa.

Sementara itu, karena perang telah berlangsung lama dan berubah arah, banyak orang Ukraina akan kembali ke rumah. Menurut sebuah survei oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi, 5,5 juta orang yang sebelumnya mengungsi telah kembali ke rumah.

2. Puluhan Ribu Tentara Kehilangan Nyawa

Baik Rusia maupun Ukraina telah melaporkan kehilangan personel militer sejak invasi dimulai pada Februari lalu. Angka pastinya sulit didapat, karena masing-masing negara enggan mengakui kerugian dan sering menggelembungkan jumlah pejuang musuh yang tewas.

baca juga : Ferdy Sambo Dipecat Tidak Hormat Sebagai Anggota Polri

Jenderal Valeriy Zaluzhny, Panglima Angkatan Bersenjata Ukraina, mengatakan pekan ini di sebuah forum publik bahwa Ukraina telah kehilangan 9.000 personel militer. Militer Ukraina juga mengklaim telah membunuh atau melukai 45.200 personel militer Rusia, dengan kerugian terbesar di wilayah Donetsk timur dan selatan Mykolaiv.

Sementara itu, kantor hak asasi manusia PBB telah mendokumentasikan hampir 5.600 warga sipil tewas di Ukraina selama konflik, tetapi percaya jumlah korban sebenarnya jauh lebih tinggi.

Rusia telah merilis sedikit informasi tentang korban militer. Para pejabat di sana mengatakan 1.351 tentara mereka sendiri tewas pada minggu-minggu pertama perang, pada Maret, tetapi belum merilis data terbaru sejak itu. Pada Maret, pejabat militer Rusia memperkirakan kerugian Ukraina sekitar 14.000 hingga 16.000 tentara tewas.

3. Rusia Menguasai 20 Persen Lahan Ukraina

Pada 2014, Rusia menginvasi dan mencaplok Semenanjung Krimea dari Ukraina. Militan yang didukung Rusia menyatakan niat mereka untuk memisahkan diri dari Ukraina di timur jauh negara itu, meluncurkan konflik yang telah terkunci dalam jalan buntu selama hampir delapan tahun. Pada Februari 2022, Rusia menguasai sekitar 17.000 mil persegi tanah Ukraina, menurut misi Ukraina untuk PBB.

baca juga : 12 Jam Lebih Sidang Kode Etik Ferdy Sambo, Ternyata oh Ternyata

Enam bulan setelah invasi skala penuh, Rusia telah memperluas wilayahnya di Ukraina hampir tiga kali lipat. Pada Juni 2022, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia telah menduduki 20 persen dari negara itu, atau sekitar 47.000 mil persegi. Itu adalah wilayah seukuran New Hampshire, Vermont, Massachusetts, Connecticut, Rhode Island, New Jersey, Delaware, dan sebagian besar Maryland yang digabungkan.

4. Habiskan Miliaran USD

Belasan negara membantu dengan bantuan militer, termasuk sistem senjata dan pelatihan. Sebagian besar bantuan telah datang dari AS. Presiden Joe Biden menambah lagi sebesar USD 3 miliar. Washington kini total telah memberikan USD 10,6 miliar bantuan keamanan sejak invasi Rusia pada Februari 2022.

5. Ekonomi Menyusut

Invasi telah menghancurkan ekonomi Ukraina. Bank Dunia memperkirakan pada April bahwa ekonomi Ukraina bisa menyusut sebesar 45 persen tahun ini. Pekan lalu, Menteri Ekonomi Ukraina mengatakan produk domestik bruto negara itu sebesar USD 200,9 miliar pada 2021 kemungkinan akan berkontraksi antara 35 persen dan 40 persen pada akhir tahun.

Konflik telah merugikan Ukraina lebih dari USD 113,5 miliar. Kerusakan terjadi di semua bidang termasuk pendidikan berupa gedung sekolah. Infrastruktur perumahan serta transportasi juga sangat terdampak. (pojoksulsel)