Soffell dan Force Magic dari Enesis Bisa Jadi Pilihan Waspada DBD

Soffel dan Force Magic dari Enesis Bisa Jadi Pilihan Waspada DBD
Nasruddin (35) memperlihatkan Soffell sachet yang dibawanya saat ditemui di Warkop Enreco, Kota Makassar. (FOTO/MUHAMMAD FADLI)

POJOKSULSEL, MAKASSAR – Pandemi Covid-19 belum usai. Indonesia kembali menghadapi ancaman demam berdarah dengue atau DBD. Penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti selalu menjadi ancaman serius saat musim hujan. Tanpa terkecuali di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Daerah berjuluk Kota Daeng, ini memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap penyebaran DBD.


Data Dinkes Makassar periode bulan Januari-Februari 2022 tercatat 95 kasus DBD dengan rincian, 75 kasus di bulan Januari dan 20 kasus di bulan Februari.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin mengatakan, kasus di periode Januari-Februari 2022 masih bersifat fluktuatif. Pihaknya belum bisa memastikan kasus bisa turun tanpa partisipasi aktif masyarakat dalam tindakan pencegahan.


Pada kesempatan itu, Nursaidah memberikan perbandingan kasus DBD di Kota Makassar dalam dua tahun terakhir yang mengalami lonjakan. Tahun 2020 di Kota Makassar, dilaporkan 175 kasus DBD dengan nihil kasus kematian. Sementara, tahun 2021 meningkat sangat signifikan di angka 583 kasus DBD dengan satu kasus meninggal dunia.

Nursaidah mengatakan, kasus di 2021 juga menjadi yang tertinggi dalam sejak tujuh tahun terakhir, Di mana pada 2015 lalu, tercatat 142 kasus dengan lima kasus meninggal dunia. Tahun 2016 ada 250 kasus dengan dua kasus meninggal dunia.

Kemudian di 2017, tercatat 135 kasus dengan satu kasus meninggal dunia lalu pada 2018 ada 256 kasus dengan satu kasus meninggal dunia. Selanjutnya, pada 2019 ada 268 kasus tanpa kasus meninggal dunia serta pada 2020 ada 175 kasus tanpa kasus meninggal dunia

Pemerintah memang sudah menerapkan standar penanganan pencegahan DBD di lingkungan masyarakat. Standar itu diknal dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara menguras, menutup, dan memanfaatkan kembali barang bekas, plus mencegah gigitan nyamuk (3M plus). Masyarakat juga diimbau mengimplementasikan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).

Sejalan dengan standar penanganan DBD dari Pemerintah, Enesis memberikan solusi jitu bagi masyarakat agar terhindar dari gigitan nyamuk.

Enesis Group memproduksi produk Soffell dan Force Magic. Dua produk ini sangat berkaitan dengan pencegahan dari gigitan nyamuk.

Soffell Alamia memiliki dua Soffell Alamia Geranium dan Soffell Alamia Yuzu Tea Tree. Produk dari Enesis ini dapat digunakan dengan cara dioleskan ke tubuh.

Soffell Alamia memiliki kelebihan tidak membuat kulit lengket dan tidak kering. Soffel Alamia memancarkan keharuman di tubuh. Namun wewangian Soffell Alamia tidak disukai oleh nyamuk. Penggunaannya pun aman bagi keluarga. Cukup oleskan Soffell Alamia yang terbuat dari 100% daun alami di pagi dan sore hari untuk mencegah gigitan nyamuk demam berdarah.

Sementara, Force Magic bisa menjadi pilihan lain untuk disemprotkan di dalam ruangan. Forcemagic adalah obat anti nyamuk aerosol 2 in 1, yang terbuat dari bunga Krisan. Force Magic akan mengeluarkan aroam menyegarkan dan tidak membuat sesak napas.

Public Relations Officer Enesis Group, Grisella Du’a Duda da Lopez mengatakan, Enesis Gruop yang berdiri sejak tahun 1988 terus fokus memproduksi produk untuk kebutuhan kesehatan masyatakat. Enesis juga mengedepankan jaminan kualitas produk.

Ia menjelaskan, Soffel merupakan salah satu produk pertama Enesis Group. Dulu namanya Sari Puspa. Namun, seiring perkembangan waktu, Enesis terus melakukan inovasi hingga menghasilkan Soffel.

Enesis Group, kata Grisa, sapaan karibnya, produk-produk Enesis Group sudah bisa ditemui di sejumlah
negara, yakni Amerika, Saudi Arabia, India, Nepal, Thailand, Vietnam, Sri Lanka, Philipina, Malaysia, Singapura, Brunai Darusalam, Hong Kong dan China.

“Kalau di Indonesia, produk Enesis sudah terdistribusi dari Sabang sampai Merauke,” katanya.

Selama tiga dekade berdirinya Enesis Group, sudah memiliki tiga pabrik bestandar Good Manufacturing Practices (GMP) seperti di Kawan Industri Pulau Gadung, di Cikarang, dan di Ciawi.

Sementara itu, Nasruddin, warga Kota Makassar, Sulsel, telah menggunakan Soffell lotion sebagai penangkal dari gigitan nyamuk. “Saya selalu membawa soffes sachet kemana-kemana,” katanya saat ditemui di Warkop Enreco, Kota Makassar.

Menurut Udin, sapaan akrabnya, aktifitasnya yang seharian bekerja di luar rumah membuatnya harus tetap waspada terhadap gigitan nyamuk. Apalagi, Udin mengaku lebih sering berada di warkop untuk menyelesaikan pekerjaannnya.

“Makanya saya lebih suka soffell sachet karena lebih praktis dibawa,” ujarnya.

Udin menjelaskan, jika Soffell lotion tidak membuat kulit iritasi dan memiliki aroma keharuman yang segar. Terlebih, Soffell sangat muda dijumpai di warung-warung.

(muhammad fadli/pojoksulsel)