BPBD Mejene Bergerak ke Malunda, Warga Diminta Tetap Tenang

Longsor Hingga Rumah Rusak di Majene Sulbar Akibat Gempa 5,9 M
Material longsor menutup Jalan Trans Sulawesi di Kecamatan Tubo Sendana, Majene, pasca diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,9. (IST)

POJOKSULSEL.com, MAJENE – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Majene saat ini menuju ke Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (14/1/2021).


“Kami sementara dari Somba lanjut ke Malunda untuk melakukan koordinasi untuk mengedukasi masyarakat supaya tidak panik,” kata Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Majene, Sirajuddin kepada sulsel.pojoksatu.id, Kamis malam tadi.

Sirajuddin mengimbau agar supaya masyarakat tetap tenang pasca terjadinya gempa magnitudo 5,9 yang menggungcang Kabupaten Majene pada Kamis siang tadi.

Ia mengatakan, berdasarkan informasi bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami sehingga masyarakat tidak perlu takut.


“Kita mau supaya, ini kan tidak ada tsunami, jangan sampai mereka takut karena tsunami,” katanya.

Sirajuddin mengatakan, data sementara BPBD bahwa ada 30 rumah rusak di Kecamatan malunda akibat guncangan gempa. Data tersebut, kata dia, masih bisa bertambah. Apalagi, masih banyak data-data rumah rusak sedang di daerah tersebut.

“Memang daerah terparah itu di Kecamatan Ulumanda dan Malunda, karena memang sangat dekat dari pusat gempa,” ujarnya.

Sebelumnya, dilaporkan jika sejumlah warga di Kecamatan Malunda, mengungsi di dataran tinggi, Kamis (14/1/2021) malam.

Ada empat daerah yang menjadi lokasi pengungsian di Kecamatan Malunda, yakni di daerah Mekkatta, Kayuangin, Kota Tinggi, dan Salogo’na Beking.

“Jadi mereka untuk sementara masih mengungsi. Tetapi laki-lakinya beberapa sudah pulang ke rumah,” kata Sirajuddin.

Data sementara BPBD bahwa ada 30 rumah rusak di Kecamatan malunda akibat guncangan gempa. Data tersebut, kata dia, masih bisa bertambah. Apalagi, masih banyak data-data rumah rusak sedang di daerah tersebut. (fly/pojoksulsel)