Cara Mahasiswa KKN Unasman di Kecamatan Bulo Promosikan Keunggulan Desa

Cara Mahasiswa KKN Unasman di Kecamatan Bulo Promosikan Keunggulan Desa
Mahasiswa KKN Unasman di Kecamatan Bulo.

POJOKSULSEL.com, POLMAN – Sebanyak 559 mahasiswa Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman), Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) melaksanakan Kerja Kuliah Nyata (KKN) di tiga kabupaten di Sulbar, yakni Kabupaten Polman, Kabupaten Mamasa, dan Kabupaten Majene.


KKN Unasman 2020 yang berlangsung sejak 22 Agustus sampai 30 September, mengusung tema “KKN Multitematik Covid-19 Berbasis Produk Karya Pengabdian”.

Secara rinci, 559 mahasiswa Unasman itu tersebar pada 10 kecamatan di Polewali Mandar dengan menempati 42 posko, yakni Kecamatan Binuang, Campalagian, Tutar, Mapilli, Luyo, Balanipa, Tinambung, Andreapi, Tapango, dan Bulo.


Sementara, di Kabupaten Mamasa tersebar di tiga kecamatan dengan sembilan posko, yakni Kecamatan Sesena Padang, Bala, dan Mamasa. Untuk Kabupaten Majene hanya tersebar di Kecamatan Malunda dengan menempati sembilan posko.

Naim Irmayani S.Pd, M.Pd, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Mahasiswa KKN Unasman Kecamatan Bulo pada Posko Pulliwa dan Posko Ihing mengatakan, KKN multitematik Unasman angkatan XXXIII dirancang khusus sebagai solusi pelaksanaan KKN selama masa Covid-19.

Ini Cara Mahasiswa KKN Unasman di Bulo Promosikan Keunggulan Desa
Mahasiswa KKN Unasman di Posko Pulliwa berfoto bersama dosen pembimbing lapangan Naim Irmayani S.Pd, M.Pd.

Naim Irmayani menjelaskan, program KKN edisi Covid-19 ini bernama KKN multi tematik (multimatik), ada produk yang akan dihasilkan untuk pengembangan desa tergantung pada keilmuan masing-masing mahasiswa.

“KKN Multimatik ini dilaksanakan secara kelompok oleh setiap mahasiswa untuk membuat produk-produk yang dapat dimanfaatkan atau dapat mengedukasi masyarakat sasaran,” kata Naim Irmayani.

Naim mengatakan, mahasiswa yang didampinginya masing-masing 10 orang di Posko Pulliwa dan 10 orang di Posko Ihing. Dua posko itu hanya diisi oleh mahasiswa dari jurusan Fikom dan Ilmu Pemerintahan.

Sehingga, kata dia, program unggulan mereka dselama di lokasi KKN adalah official media untuk promosi keunggulan desa (YouTube Channel, Instagram, Twitter, Facebook).

“Bagaimana caranya agar semua potensi desa supaya bisa dilihat semua masyarakat lewat promosi keunggulan desa dengan flatform YouTube Channel, Instagram, Twitter, Facebook,” ujar Naim Irmayani.

Sementara itu, kata Naim Irmayani, ada sejumlah program unggulan lainnya yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Unasman di posko mereka masing-masing, tergantung pada keilmuan mereka. Yakni pelaksanaan kurikulum Luring (luar jaringan) edisi Covid-19 dan pendampingan program, teknik pengendalian hama secara hayati pada tanaman padi, diagnosa hama dan penyakit padi beserta teknik pengendaliannya.

Kemudian, pembuatan pakan hewan permentasi (alat portable), official media untuk promosi keunggulan desa (YouTube Channel, Instagram, Twitter, Facebook), manual portable washing machine sebagai alat cuci pakaian sederhana dalam upaya preventif penyebaran virus Covid-19. Ada juga, pembinaan desa berbasis masjid, rintisan bank sampah, pembuatan disinfektan, dan pembuatan anti-septic.

Pada kesempatan yang sama, Naim Irmayani mengungkapkan, selama masa KKN, mahasiswa tidak disarankan melakukan kegiatan yang melibatkan kerumunan banyak orang sampai menunggu redanya masalah penyebaran virus COVID-19.

“Meski demikian, mahasiswa diwajibkan tetap produktif menciptakan produk inovasi mapun berbagai buku panduan pembelajaran bagi masyarakat,” katanya.

(fly/pojoksulsel)