Anjing Gila Menyerang Membabi Buta Hingga Masuk Rumah, Warga Kolaka Utara Was-was

anjing gila di Sidrap
ilustrasi

POJOKSULSEL.com, KOLAKA UTARA – Anjing gila yang menyerang warga secara membabi buta di Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), kini menjadi persoalan serius.

Pasalnya, hingga kini tercatat sudah 17 warga yang menjadi korban gigitan anjing gila. Kuat dugaan para korban ini pun terinfeksi penyakit rabies.


Sementara itu, Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari telah menurunkan dokter hewan untuk membantu penanganan fenomena anjing gila di Kolaka Utara.

Masyarakat diharapkan mesti tahu ciri-ciri anjing yang sudah terserang rabies, bukan hanya pada anjing tapi juga pada hewan seperti kucing, dan kalelawar. Hewan yang berdarah panas berpotensi tertular rabies.

Anjing yang terjangkit akan selalu berkeliaran di pagi hari sebelum matahari terbit dan paling aktif pada malam hari. Pada waktu-waktu, masyarakat diharapkan wasapada apabila ada anjing diduga terjangkit rabies.


Munculnya fenomena anjing gila yang berkeliaran di Kolaka Utara ini sejak awal Februari 2019 lalu. Satu per satu korbannya pun bermunculan dan diduga kuat mengidap penyakit rabies.

Kepala Dinas Kesehatan Kolaka Utara Irham menyebutkan, sebelumnya ada 15 korban yang terdata, kini sudah menjadi 17 orang berdasarkan laporan yang diterimanya.

Dikutip Pojoksulsel.com dari laman Zonasultra, menurut Irham, anjing gila tersebut rata-rata menyerang warga dari arah belakang saat berjalan kaki.

Olehnya itu, Dinas Kesehatan Kolaka Utara pun mengimbau warga untuk berhati-hati dengan maraknya fenomena anjing gila di wilayahnya.

(why/pojoksulsel)