Vaksin Ebola Dibarter dengan Seks

Vaksin Ebola Dibarter dengan Seks
Vaksin Ebola (Reuters)

POJOKSULSEL.com – Perempuan di Republik Demokratik Kongo dipaksa melakukan hubungan seks dengan imbalan mendapatkan vaksin Ebola.


Dilansir Daily Mail pada Selasa (12/2), menurut The Guardian, penelitian secara implisit mengungkapkan kekhawatiran beberapa orang meminta hubungan seksual dengan imbalan perawatan penyakit Ebola, termasuk vaksinasi.

Kekhawatiran eksploitasi oleh para petugas di bagaian terdepan melawan Ebola juga meningkat karena korban tewas dari wabah terbaru Ebola mencapai 500 orang lebih.

Klaim itu muncul beberapa hari setelah Menteri Kesehatan Kongo mengatakan, program vaksinasi telah mencegah ribuan kematian warga.


Pada hari Sabtu, para pejabat mengungkapkan, lebih dari 500 orang telah meninggal akibat wabah Ebola terbaru di negara itu. “Secara total ada 502 kematian dan 271 orang yang bisa sembuh dari Ebola,” kata sebuah buletin Kementerian Kesehatan.

Namun Menteri Kesehatan Oly Ilunga Kalenga mengatakan, untuk pertama kalinya, program vaksinasi telah melindungi 76.425 orang dan mencegah ribuan kematian. “Saya yakin kami telah mencegah penyebaran epidemi di kota-kota besar di kawasan itu,” katanya.

Wabah itu dimulai Agustus lalu di wilayah Kivu Utara, yang berbatasan dengan Uganda dan Rwanda.

(jpc/pojoksulsel)