Guru yang Ditantang Minta Siswanya Tidak Diproses Hukum

Siswa SMP Gresik yang nantang guru honorer akhirnya minta maaf. Foto net.
Siswa SMP Gresik yang nantang guru honorer akhirnya minta maaf. Foto net.

POJOKSULSEL.com – Pihak kepolisian membenarkan video viral soal siswa yang menantang guru terjadi di SMP PGRI Wringinanom. Saat ini, semua pihak terkait masih mediasi bersama polisi untuk menyikapi kelakuan sang siswa.


Informasi yang diperoleh, Guru SMP PGRI Wringinanom bernama Halim yang menjadi korban berharap kenakalan siswanya tidak berlanjut ke ranah hukum. Sebab, siswa dalam video tersebut akan menempuh ujian.

Kapolsek Wringinanom AKP Supiyan mengatakan, atas permintaan guru itu, pihaknya akan melanjutkan mediasinya. Tujuannya, mencari solusi terbaik agar kenalakan siswa itu tidak terulang kembali.

“Akan kami carikan win win solution. Agar semua pihak dapat menerima dan memaafkan perbuatan tersebut. Makanya, kami lakukan mediasi,” kata Supiyan kepada Jawapos.com, Minggu (10/2/2019).


Selanjutnya, akan ada pembinaan terhadap siswa dan guru yang bersangkutan. Itu dilakukan oleh yayasan dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik yang akan membina.

“Itu langkah selanjutnya. Karena memang pelapor yang meminta mediasi. Setelah itu, kami koordinasikan dengan semua pihak untuk lakukan pembinaan,” kata Supiyan.

Sementara itu, Kepala Dispendik Gresik, Mahin mengatakan akan mempertemukan semua pihak terkait. Yakni, guru; siswa bersangkutan; kepala sekolahnya; dan kepolisian. Harapannya, semua pihak dapat menyumbangkan solusi dan penyelesaian.

“Namanya siswa itu butuh pengarahan pembinaan pendidikan. Kami lihat apa latar belakangnya hingga siswa itu berani bertindak seperti itu,” kata Mahin.

Ditanya apakah akan ada sanksi bagi pihak sekolah atau yayasan, Mahin mengatakan tidak ada. Sebab, pihaknya tidak memiliki banyak kewenangan terhadap sekolah swasta itu.

Oleh sebab itu, dirinya menyerahkan kasusnya kepada polisi dan pihak sekolah. “Pola manajerialnya di sana seperti apa. Sementara, selaku kepala dinas, saya enggak punya kewenangan penuh,” katanya.

(jpc/pojoksulsel)