Gedung Call Centre 112 Parepare Rubuh, Jaksa Panggil Rekanan Proyek, Pertemuan Tertutup

Gedung Call Centre 112 Parepare
Gedung Call Centre 112 Parepare

POJOKSULSEL.com, PAREPARE – Tim Pengawal, Pengawas dan Pengamanan Daerah (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Parepare, memanggil rekanan proyek Gedung Call Centre 112 Terpadu Parepare, Kamis (7/2/2019).


Selain rekanan, Kejari Parepare juga memanggil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Parepare.

Namun, pertemuan antara pihak pelaksana dan aparat hukum tersebut digelar tertutup.

Kejari Parepare Andi Darmawangsa sebelumnya mengaku, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan semua pihak pelaksana konstruksi yang ada dalam pengawasan TP4D Parepare, termasuk mega proyek Call Centre 112 terpadu tersebut.


“Kita selalu koordinasikan dengan semua pihak dan sudah menjadwalkan secara rutin pertemuan dengan pihak pelaksana, konsultan pengawas, perencana dan lainnya,” ungkap Andi Darmawangsa, beberapa waktu lalu.

Pembangun Call Centre Terpadu dikerjakan PT. Sukses Sanggah Sejahtera, dari Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp3,8 miliar.

Konstruksi bangunan lantai tiga mega proyek itu rubuh 4 Februari lalu karena diduga akibat terjangan badai dan hujan.

Namun, hal itu dibantah oleh PPK proyek Sukriadi. Sukriadi mengaku bagian proyek sengaja dirubuhkan karena ada yang tidak sesuai.

“Sesuai instruksi konsultan pengawas, sengaja kita bongkar. Tidak hanya landasan atapnya, tangganya juga dibongkar. Ada bangunan yang ingin dirubah sebagai penguatan struktur,” dalih Sukriadi.

Diketahui, proyek tersebut terlambat diselesaikan, dan mendapat perpanjangan masa waktu selama 50 hari kalender.

(haerul amran/pojoksulsel)