Makna Warna Amplo dan Ganjil Genap Angpao Imlek

angpao imlek 2019
angpao imlek 2019. Foto: Istimewa

POJOKSULSEL.com – Angpao dalam bahasa Tionghoa artinya amplop atau bingkisan hadiah. Biasanya berisi uang. Dan angpao saat Imlek biasa diberikan kepada anak-anak atau orang muda yang belum menikah. Jika berniat sedekah pun bisa memberikannya kepada janda miskin dan lansia.


Ahli Fengsui Suhu Yo mengatakan jika bersedekah kepada seseorang yang membutuhkan saat Imlek tentu akan baik maknanya. Caranya dengan memberikan angpao agar amal baik dicatat dan bisa mendapatkan rezeki berlimpah di kemudian hari.

“Karena itu sebetulnya tradisinya mirip Lebaran. Saling berkumpul dengan keluarga lalu memberikan hadiah angpao. Pemberian angpau ini biasanya untuk anak yang belum menikah,” kata Suhu Yo kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Suhu Yo mengingatkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memberi angpau saat Imlek. Jangan sampai salah, larena maknanya akan berbeda jauh.


1. Warna Amplop

Tradisi Tionghoa selalu memberikan angpau saat Imlek dengan amplop warna merah. Merah artinya memberikan keberuntungan dan sebagai energi mengusir roh jahat.

Dan jangan pernah memberikan angpau warna putih saat Imlek. Sebab amplop warna putih memberikan makna kematian atau duka. Nanti penerimanya akan tersinggung.

2. Ganjil Genap

Bukan solusi mengatasi kemacetan di Ibukota ya. Namun syarat yang satu ini juga penting untuk diketahui. Ingin memberikan angpau saat Imlek harus dengan isi uang jumlah lembaran yang genap. Misalnya ingin memberikan Rp 100 ribu, maka harus terdiri dari 2 lembar uang Rp 50 ribuan.

Dan jangan pernah juga memberikan lembaran jumlah uang ganjil saat Imlek. Sebab jika hanya selembar atau jumlahnya ganjil seperti 3,5,7 lembar dan seterusnya itu juga artinya sebagai uang duka cita.

3. Hormati Pemberi Angpau

Biasanya anak-anak atau penerima diajarkan untuk tak membuka angpau saat langsung diberikan oleh pemberi. Hal itu sebagai tradisi untuk menghargai pemberi dan tak membuat pemberi tersinggung mengenai jumlah isi uang yang diberikan.

Pola asuh ini biasanya sudah diajarkan oleh orang tua sejak kecil kepada anak-anak mereka. Sehingga mengajarkan moral untuk mengucapkan terima kasih atas pemberian orang lain.

(JPG/pojoksulsel)