Australia Diguyur Hujan Terlebat dalam Seabad

ilustrasi pixabay

POJOKSULSEL.com – Cuaca ekstrem benar-benar membuat warga Townsville, Queensland, kewalahan. Hujan deras yang berhari-hari mengguyur timur laut Australia membuat 20 ribu rumah di kota tersebut dan wilayah sekitarnya terancam tenggelam. Hujan itu disebut-sebut sebagai yang terlebat dalam seabad ini.


Otoritas Queensland mengimbau penduduk lokal segera mencari dataran tinggi untuk lokasi pengungsian. Sebab, ketinggian air di Sungai Ross sudah tak bisa dikendalikan.

Petugas terpaksa membuka penuh pintu dam menuju sungai kota. Sebab, kapasitas bendungan terlalu penuh.

“Biasanya, angin muson memang akan menyebabkan hujan selama beberapa hari. Tapi, yang ini akan bertahan lebih lama,” ujar prakirawan cuaca Biro Meteorologi Queensland Adam Blazak.


Sampai kemarin, Minggu (3/2/2019), sudah ada 500 rumah yang tenggelam di Townsville. Itu terjadi lantaran curah hujan yang mencapai 1.012 milimeter (mm) dalam tujuh hari terakhir.

Curah hujan tersebut mengalahkan rekor 1998 yang sebesar 886 mm. Padahal, banjir sekitar 20 tahun silam itu diingat sebagai peristiwa Malam Nuh alias Night of Noah.

“Ini bukan lagi fenomena 20 tahun sekali, melainkan 100 tahun sekali,” ujar Perdana Menteri Queensland Annastacia Palaszczuk seperti dilansir The Straits Times.

Di sisi lain, Palaszczuk berkata bahwa musibah itu juga membawa berkah tersembunyi. Sebab, aliran air yang deras tersebut bisa digunakan untuk membantu wilayah-wilayah kekeringan di Australia bagian barat.
(bil/c11/dos/pojoksulsel)