Viral, Video Pesawat Batik Air Mendadak Mati

Batik Air return to base makassar
Ilustrasi

POJOKSULSEL.com – Media sosial dihebohkan dengan viralnya video pesawat Batik Air nomor penerbangan ID 7054 rute Palembang–Jakarta yang mendadak mati.


Peristiwa ini terjadi di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Jumat (7/12). Akibatnya, para penumpang pun harus turun dari pesawat karena khawatir dengan kondisi pesawat tersebut.

Saat dikonfirmasi, Corporate Communication Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro membenarkan kejadian tersebut. Batik Air kode penerbangan ID 7054 melayani rute dari Bandar Udara Internasional SMB II Palembang (PLM) menuju Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta (HLP).

Ia mengaku pesawat ini telah dipersiapkan dengan baik untuk diberangkatkan menggunakan pesawat Airbus A320-200 CEO registrasi PK-LAZ pada pukul 14.20 WIB dengan total tujuh kru dan 156 tamu atau penumpang.


“Sebelum terbang telah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan laik terbang,” katanya saat dihubungi, Sabtu (8/12).

Ketika proses penumpang masuk ke pesawat selesai dan posisi pesawat masih landing parker di Apron tiba-tiba Ground Power Unit (GPU) yang merupakan perangkat yang menyediakan sumber energy pesawat mengalami penurunan daya (down). Akibatnya, sistem listrik pada kabin pesawat terganggu.

Kemudian, untuk memastikan keselamatan dan keamanan serta kenyamanan penerbangan, teknisi, pilot dan ground handling pun langsung melakukan pengecekan. Dari hasil pengecekan dan pemeriksaan diputuskan untuk mengganti GPU dengan GPU lainnya. Setelah pergantian tersebut semua sistem kelistrikan pesawat menjadi normal kembali.

“Nah, selama proses pergantian tamu yang berada di kabun kami minta untuk kembali ke ruang tunggu terminal,” terang Danang.

Ia mengaku, pihaknya pun langsung menginformasikan penundaan keberangkatan kepada seluruh tamu. Bahkan, pihaknya pun memberikan kompensasi atas keterlambatan atau delay ini berdasarkan ketentuan.

Bahkan, pihaknya juga menerima permintaan penumpang yang melakukan pengembalian dana atau refun serta perubahan jadwal penerbangan. Artinya, semua sudah sesuai standar prosedur yang berlaku.

Setelah diperbaiki pesawat ini pun kembali diterbangkan dengan tujuh kru dan 137 tamu. “Kami juga ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh tamu atas ketidaknyamanan tersebut,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi mengakui jika dunia aviasi memang sarat dengan regulasi dan aturan. Namun, di sisi lain suatu penerbangan juga harus bertanggung jawab dengan keselamatannya.

“Kondisi yang dialami ini tentunya dilema, karena kalau diteruskan tiba-tiba ada apa maka akan lebih fatal lagi akibatnya,” katanya.

Ia melihat sejauh ini ada penerbangan ditunda jangan langsung menyalahkan tetapi harus dilihat dulu persoalannya seperti apa. Dirinya pun yakni maskapai Batik Air akan bertanggung jawab.

Artinya, kedepan perlu ada pengertian antara penumpang dan penerbangan. Karena jika tidak ada penerbangan juga akan susah. Meskipun begitu, pihaknya akan meminta maskapai Batik Air untuk memberikan klarifikasi.

“Saya sepakat kalau batik air harus memberikan klarifikasi atas persoalan yang terjadi kemarin,” tutupnya. (JPC/pojoksulsel)