POJOKSATU.id, BOGOR - Salah satu band asal Kota Bogor memberanikan diri unjuk kreatifitas dengan menyuguhkan lagu yang bertemakan Sunda pride.
Otagira yang baru saja terbentuk pada 8 Agustus 2022 anggotakan 4 orang yaitu Epang (vocal & guitar), Acoy (lead guitar & backing vocal) Angga (bass & backing vocal), dan Sandob (drum).
Nama Otagira berasal dari “reverse spelling” atau pengejaan terbalik dari kata “arigato” yang memiliki arti “terima kasih” dalam bahasa indonesia, dan mempunyai arti “hatur nuhun” dalam bahasa Sunda.
BACA JUGA : Viral Lagu Muak Nidewi Aruman Gegara Video KDRT Lesty Kejora, Relate Banget Liriknya
Sebagai vokal, Epang menjelaskan, nama Otagira yang dieja secara terbalik adalah sebagai pengingat diri. "Karena terkadang kami berperilaku dan bersifat terbalik, hanya ingin menerima kasih saja, tetapi lupa untuk bersyukur dan berterimakasih," tutur dia.
Yang paling menarik, penggunaan bahasa Sunda yang diaplikasikan ke dalam lagu-lagu di Otagira sebagai jati diri.
"Kebanggan bagi kami agar tidak malu berkarya dengan menggunakan bahasa daerah. salam hatur nuhun sadayana," aku dia.
BACA JUGA : Pamer Foto Berbikini Seksi, Netizen Minta Rachel Vennya Ganti Bio Profil Akun Instagram
Ide penggunaan bahasa daerah dalam sebuah lagu berawal dari inisiasi Epang dan Acoy yang memiliki konsep materi lagu dengan nada jepang dan berisi lirik yang menggunakan bahasa sunda.
"Dari situ terciptalah lagu yang berjudul “teu kiyeu komo”."
Menurut Acoy yang juga gitaris, materi lagu Otagira selalu merupakan ide yang tertuang di kala grup ini sedang nongkrong. "Pas didinyanyikan terdengar aneh dan juga unik," kata Acoy.
BACA JUGA : Tulis Pesan untuk Calon Suaminya, Kiky Saputri Singgung Orang yang Pura-pura baik dan Menusuk dari Belakang
Sejak itu, lanjut Acoy, bergabunglah Sandi dan Angga setelah mendengarkan materi lagu dan memiliki persamaan frequensi dan ketertarikan yang sama dalam bermusik.
"Karya-karya berikutnya menjadi semakin produktif diciptakan. Dalam waktu 4 bulan terciptalah 11 karya lagu yang dibungkus dalam satu Album yang bertajuk “Kahayang Pageuh”."
Menurutnya, tema dari lagu-lagu Otagira menyerap dan bercerita tentang keseharian seperti soal perasaan, persahabatan, strata kehidupan sosial di masyarakat,
sampai bercerita tentang tema makanan.
"Alasan pemilihan lagu yang bernada Jepang adalah bentuk nostalgia ketika masa kecil. Saat itu film Superhero “Kesatria Baja Hitam / Kamen Rider” sangat membekas dan ikonik untuk para personil Otagira sebagai nostalgia tontonan superhero pada masa kecil," sebut dia.
Judul album yang bertajuk “Kahayang Pageuh” menggambarkan mayoritas tema lagu kami yang bercerita dan berkaitan tentang “keinginan”.
Tak hanya menonjolkan local pride, instrumen petik Otagira menggunakan gitar elektrik dan bass elektrik buatan asli dalam negeri yang dirancang oleh para Luthier terbaik di Bogor.
"Gitar kami materialnya bambu. Kualitasnya juga gak kalah dengan yang produk internasional," urai gitaris Otagira itu memungkasi. (Ipe)
