POJOKSATU.id, PESINETRON Verrell Bramasta membeberkan kronologis pertama kali mendapat kabar ibunya, Venna Melinda, diduga mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari Ferry Irawan.
Verrell Bramasta mengatakan saat itu dia masih ada di Jepang. Namun, mendadak Venna Melinda menelepon menyampaikan kabar KDRT itu, hingga membuatnya panik, karena tak bisa langsung menemui ibunya.
"Pada saat itu ku di Jepang, waktu itu jam 10.00 pagi di Jepang (atau) jam 08.00 pagi di Jakarta, tiba-tiba aku dapat miscall dari mama, aku lagi mandi, beres-beres, aku lihat handphone," ceritanya di Podcast Deddy Corbuzier, Minggu (15/1/2023).
"Karena enggak kuangkat tiba-tiba mama kirim foto, mama lagi nangis dan berdarah," sambungnya.
Setelah menerima gambar hidung ibunya penuh darah, Verrell kalut. Diapun langsung langsung menelepon ibunya.
"Kan bingung kan mama kenapa, aku langsung telepon, mama ngakat telepon. Itu mama benar-benar histeris, sambil nangis, 'kaka tolongin mama', 'hidung mama dipatahin'," jelasnya.
BACA JUGA : Atthala Naufal Sebut Sang Ibu Venna Melinda Sudah Memberi Sinyal KDRT Ferry Irawan saat Liburan di Hongkong
Saat itu, Verrell mengatakan ibunya meminta maaf karena ternyata salah memilih suami.
"(Venna bilang) 'Maafin mama', 'mama salah pilih orang', 'mama kesepian kakak' kesepian selama ini'," sambungnya.
Dia mengaku tubuhnya langsung lemas dan gemetaran, namun berusaha kuat agar ibunya tidak makin histeris.
"Aku langsung kaget, aku langsung gemetaran, aku coba tenangin diri," sebutnya.
Saat itu, Venna Melinda meminta putranya menolongnya karena tak sanggup lagi.
"Mama cerita 'tolongin mama, mama sudah enggak sanggup lagi'. Karena posisinya saat itu di Kediri sendiri, mama mau nyaleg dapilnya Kediri, jadi mereka berdua dari Jakarta ke Kediri," jelasnya.
Setelah menenangkan ibunya via telepon, Verrell meminta bantuin temannya yang di Kediri untuk bisa melapor ke polisi dan bisa jagain Venna Melinda.
"Aku langsung telepon semua kenalan aku. Begitu mama ditelepon pihak berwajib dibawa ke rumah skait, aku langsung telepon papa, aku cerita sama papa," imbuhnya.
Tak lama kemudian, dia mempertanyakan kejadian itu ke Ferry Irawan. "Enggak lama aku chat om Ferry. Aku bilang kenapa mama aku, dia cuma balas, 'boleh om telepon sebentar'," ungkapnya.
Awalnya, dia malas menerima telepon Ferry, namun setelah konsultasi denga ayah kandungnya, dan menyarankan agar mendengarkan saja penjelasan Ferry Irawan.
"Dia (Ferry) cerita dari versinya, menurut dia kejadiannya ini yang terjadi. Dari sisinya om Ferry enggak ada dipukul. Menurutnya berlawanan dari cerita mama," pungkas Verrell Bramasta.
Hingga akhirnya, dia mempersingkat liburan di Jepang dan langsung menemui Venna Melinda. Dia merasa bersalah tak bisa melindungi ibunya hingga harus berkasus KDRT. (nin/pojoksatu)
