POJOKSATU.id, INARA RUSLI heran dengan banyaknya pendapat yang mempersalahkan keputusannya mengumbar dugaan perselingkuhan Virgoundi media sosial. Hal yang membuatnya sebagai korban diduakan suami malah dibunuh karakternya dengan berbagai karakter.
Inara Rusli menegaskan semua bukti perselingkuhan suaminya ada, dan dia tidak merangkai cerita.
"Orang-orang yang bilang kenapa harus di-up ke media berkali-kali, dimanipulasi berkali-kali, dan malah balik disuruh berkaca berkali-kali sama orang yang diharapkan bijaksana. Padahal sudah kelihatan bukti-bukti semuanya," tulisnya di akun Instagram-nya, @mommy_starla, Sabtu (13/5/2023).
Inara menegaskan selingkuh bukan perbuatan khilaf, melainkan pilihan. Dia tak ingin diam, sehingga muncul persepsi selingkuh adalah wajar.
"Apa yang terjadi kalau aku diam aja, selingkuh itu pilihan bukan khilaf. Selingku itu penyakit candu seperti konsumsi narkoba. Dan, anak-anakku sampai kelak mereka dewasa cuma bisa melihat bahwa selingkuh dan diselingkuhi adalah suatu hal yang lumrah," tegasnya.
BACA JUGA : Dicecar 43 Pertanyaan, istri Virgoun Mengaku Ditanya Terkait Kronologis dan Bukti-bukti
BACA JUGA : Murka Dihujat Netizen, Ibunda Virgoun : Kalian yang Membully, Semoga ini Tidak Terjadi sama Kalian
Dia tak ingin anaknya tumbuh dengan pola pikir yang salah. "Melihat ibunya, terus menerus menangis, adalah suatu hal yang wajar. Mereka cuma bisa melihat ibunya terzalimi dan enggak berdaya. Enggak akan saya kasih mereka figur orang tua macam itu," tukasnya.
"Mereka harus tumbuh jadi orang yang punya integritas dan sikap," sambungnya.
Inara memastikan akan berjuang menuntaskan kasus dugaan perselingkuhan Virgoun, salah satunya melaporkan Virgoun dan Tenri Ajeng ke polisi atas dugaan perzinahan.
"Betapa banyak orang-orang yang diselingkuhi kemudian masih juga dibunuh karakternya di hadapan hakim PA dengan fitnah begini begitu, sehingga mereka terzalimi hak-haknya. Bahkan sampai ada yang enggak disisakan apa-apa termasuk hak asuh anak," bebernya.
"Saya tidak akan tinggal diam demi anak-anak saya, dan demi menyuarakan mereka yang terzalimi," lanjutnya.
Inara juga tak ingin bicara peluang rujuk setelah digugat cerai Virgoun. "Orang disuruh rujuk suruh bangun komunikasi sama dia. Lah orang mau ngorol dikit-dikit yang dibahas perempuan itu, kayak orang kena sirep. Auh amat ah ngobrol sama pohon mending," sebutnya.
Pun, tudingan sang mertua atau ibu Virgoun sebagai menantu yang tidak baik, Inara menanggapinya santai.
"Urusan sama sama anaknya bukan emaknya. Enggak perlu saya jemberingin juga bukti-bukti transferan ke mertua dan barang pemberian di media semuanya kan, jadi riya donk," tandasnya.
"Memang emaknya aja yang bisa berkoar-koar? Kalau pun mau emak saya juga bisa berkoar-koar. Tapi maaf enggak gitu kualitas keluarga kami, mereka enggak mau campurin urusan rumah tangga sedikitpun apalagi sampai media-media," pungkas Inara Rusli. (nin/pojoksatu)
