POJOKSATU.id, PRESENTER Arie Kriting merespon aksi pembakaran Alquran di Swedia dengan cara berbeda. Dia memilih tak membalas dengan ujaran kebencian di media sosial atas aksi terkutuk politikus Rasmus Paludan.

Arie Untung menyebutkan pembakaran Alquran bukan yang pertama, harusnya para pembenci paham, bahwa bagaimanapun yang dilakukan semakin menunjukkan kitab suci itu benar wahyu Allah bukan karangan manusia.

Sebab, mau berapa kali dibakar, sumbernya tetap satu dan tidak berubah sejak pertama kali Alquran diturunnkan.

"Spread Love not hate. Ujaran kebencian terhadap agama Islam sudah berlangsung ribuan tahun, lokasi dimana aja, kapan aja ada. Jika ini buatan manusia, sudah punah ratusan tahun yang lalu," tulisnya di akun Instagram-nya, Senin (23/1/2023).

"Uniknya semua masih sama enggak ada penyesuaian dan perubahan sedikitpun seperti saat diturunkan 1400 tahun lalu," sambungnya.

BACA JUGA : Al Quran Dibakar di Swedia, Kubu Habib Rizieq : Mereka Menabuh Genderang Perang

BACA JUGA : Swedia Izinkan Al Quran Dibakar, Turki Kecam Keras Sampai Batalkan Kunjungan Menhan

Arie Untung pun memilih membagikan Alquran dan mushaf secara gratis. "Di momen ini mau kasih kesempatan temen2 punya mushaf, gratis," sebutnya.

Ada 10 Mushaf Kabir (untuk Tahajud); 20 Al Hufaz (Quran hafalan mudah) dan 10 Quran Niaga (Quran seru untuk para pengusaha) yang dibagikannya.

Dia hanya meminta netizen memberi alasan mengapa membutuhkan satu dari tiga pilihan kitab tersebut. Para pemenang akan diumumkan tanggal 1 Februari 2023.

"Caranya tulis di kolom komen. Apa arti Quran buat kamu, dan mau pilih Quran yg mana? Jangan lupa sambil follow akunku sama akun @qurancordoba ya," pungkas Arie.

Seperti diberitakan Alquran dibakar oleh Rasmus Paludan, pemimpin partai politik sayap kanan Denmark Garis Keras yang juga berkewarganegaraan Swedia.

Ini bukan kali pertama Rasmus melakukan hal tersebut. Dia beberapa kali menggelar aksi atas sikap Islamphonbianya dengan membakar Alquran. Namun, ulahnya terus berlangsung atas nama kebebasan berekspresi di negaranya. (nin/pojoksatu)