POJOKSATU.id, MEDAN-Penampakan planet Venus yang berada di sisi Bulan Sabit di langit di beberapa kawasan di Indonesia, termasuk Sumut, menjadi topik bahasan netizen. Namun, ternyata fenomena itu tak hanya melibatkan satu planet saja.

BMKG dalam keterangannya menjelaskan fenomena ini terjadi disebabkan ada peristiwa konjungsi antara bumi, matahari, dan planet.

“Malam 24 Maret 2023 terjadi sebuah fenomena langit yaitu terjadinya konjungsi antara Venus dan Bulan Sabit,” ungkap Analis Gempa bBumi BBMKG Wilayah I Medan, Hanif Zarkasi, kepada sejumlah awak media.

Fenomena konjungsi bisa terjadi saat bumi, matahari, dan planet berada dalam satu garis lurus, sejajar, atau terlihat berdekatan saat diamati di permukaan Bumi.

Hanif menyebutkan fenomena ini dapat terjadi beberapa kali dalam setahun. Diapun memastikan fenomena ini tidak menyebabkan efek terhadap peristiwa yang berbahaya.

"Tidak berefek apapun terhadap Bumi, seperti potensi bahaya tsunami atau gempa bumi. Selain itu, juga tidak akan menyebabkan fenomena astronomis lainnya,” sebutnya.

BACA JUGA : Fenomena Bulan Sabit dan Bintang, Ini Penjelasan BBMKG Wilayah I Medan

Sementara itu, dilansir dari laman resmi NASA, sejatinya tidak hanya Venus dan Bulan yang ada di fenomena itu, tapi juga ada Jupiter.

"Di tata surya kita, konjungsi sering terjadi antar planet, karena planet mengorbit mengelilingi matahari di bidang yang kira-kira sama-bidang ekliptika-dan dengan demikian menelusuri jalur serupa melintasi langit kita," demikian jelas NASA.

Hanya saja, kedua planet tersebut pada akhirnya akan terlihat terpisah seiring berlalunya waktu.

“Venus naik lebih tinggi di langit setiap malam selama beberapa bulan ke depan, sementara Jupiter menyelam setelah Matahari. Planet raksasa itu muncul lebih rendah di langit setiap malam sepanjang bulan, keluar sebagai objek malam,” ungkap NASA.

Sementara itu, dari laman earthsky.org, disebutkan penampakan Venus juga gugusan bintang pada Jumat (24/3/2023) akan terus terjadi hingga Sabtu (25/3/2023) di sejumlah negara yang bisa terlihat jelas.

"Carilah kumpulan bintang bulan, Venus, dan Pleiades yang indah di sekitar malam tanggal 24 dan 25 Maret 2023. Dan pada 24 Maret, orang-orang di sekitar Bangladesh, Hong Kong dan Malaysia (sudah melihatnya)".

Kemudian, disebutkan Red Mars juga ada di langit malam. Dia bergerak hampir di atas kepala setelah matahari terbenam. Itu terletak di dekat gugus bintang Hyades dan Pleiades di Taurus the Bull. Mars akan seterang bintang kemerahan di dekatnya, Aldebaran, Mata Banteng.

"Jangan lewatkan bulan di dekat Mars dan Pleiades pada malam hari tanggal 26 dan 27 Maret 2023. Bulan sabit yang menebal dekat Mars dan gugusan bintang Pleiades yang berkilauan. Di dekatnya juga terdapat bintang kemerahan Aldebaran di konstelasi Taurus si Banteng, dan Betelgeuse di konstelasi Orion si Pemburu," jelas situs tersebut.

Dijelaskan pada akhir Maret, sebagian besar Jupiter akan menghilang dari langit senja malam. Namun, pada 27-28 Maret 2023, Merkurius dan Jupiter akan mengalami konjungsi, sangat rendah di barat setelah matahari terbenam.

Planet-planet akan terpisah sedikit lebih dari 1 derajat. Itu sekitar 2 diameter bulan purnama. Mereka akan menjadi tantangan untuk dikenali, tetapi Venus akan menonjol di atasnya, dan mungkin membantu Anda menemukannya.

Disebutkan, mereka akan berada di garis antara Venus dan matahari terbenam. Setelah malam ini, Merkurius akan terus naik lebih tinggi setiap malam, saat Jupiter menyelam menuju matahari terbenam. (nin/pojoksatu)