POJOKSATU.id, AKTOR KOREA, Song Duk Ho diduga terlibat dalam skandal wajib militer, dimana memilih menghindari dinas negara dengan jasa calo. Dia diselidiki, lantaran berhubungan dengan kasus Ravi member VIXX di perkara yang sama.
Dari informasi seorang pejabat industri hiburan, Song Duk Ho dipanggil untuk menjalani pemeriksaan di tengah dirinya menjalani syuting drama 'Beneficial Fraud'.
Gegara dirinya hengkang di tengah syuting demi mengungkapkan skandal wajib militer, drama 'Beneficial Fraud' berantakan. Karena, aktor drama Taxi Driver itu tidak menceritakan kasusnya, sehingga tim produksi kelabakan mencari pemeran pengganti.
Saat ini, Kejaksaan dan Administrasi Militer memang sedang melakukan penyelidikan berskala besar atas korupsi dinas militer terhadap pemain olahraga profesional dan artis.
Ini terjadi, lantaran kecurigaan terhadap Ravi VIXX yang memakai calo untuk menghindari wajib militer. Dan, Song Duk Ho yang berusia 31 tahun diduga memakai jasa serupa.
Sementara itu, agensi sang aktor, Beasts Entertainment, membenarkan artis yang bermain di Hospital Playlist itu sedang dalam penyelidikan. "Benar bahwa Song Duk Ho keluar dari drama setelah diselidiki," dan "akan menerima penyelidikan tambahan," demikian pertanyaan resmi agensi, Selasa (31/1/2023).
Disebutkan, Song Duk Ho sejatinya sedang mencari informasi di internet untuk menunda pendaftaran militernya sekitar musim panas tahun lalu. Dan setelah menerima saran melalui blog seseorang inisial A. Kemudian diberikan saran buruk dengan mengusulkan bisa mengkuti pekerja sosial (untuk pria yang tidak sehat) daripada menunda dinas militer.
BACA JUGA : Resmi, Aktor Nam Joo Hyuk Bakal Berangkat Wajib Militer Maret 2023
BACA JUGA : Minho SHINee Ungkap Alasan Wajib Militer Momok bagi Idol K-Pop
Sebelumnya, Ravi dari boy group VIXX lebih dulu dalam penyelidikan kejaksaan karena mencari bantuan calo militer untuk memanipulasi catatan kesehatannya agar dapat menghindari tugas aktif.
Menurut laporan media lokal Korea, Kantor Kejaksaan Distrik Selatan Seoul memeriksa percakapan telepon dan pesan yang dipertukarkan oleh perantara, seorang pria bermarga Ku, dengan "klien" untuk memberi mereka "konsultasi" tentang ilegalitas, dan Ravi adalah salah satunya.
Ku didakwa dan ditangkap pada bulan Desember 2022, karena menerima puluhan juta won dari setiap kliennya setelah membantu mereka memanipulasi catatan kesehatan dengan diagnosis epilepsi yang salah. Kemudian, Jaksa menemukan dokumen kesehatan Ravi di ponsel Ku.
Seperti diketahui, setiap pria Korea Selatan wajib menjalani wajib militer. Pun, bisa tidak dijalani melalui kamp militer, kalau yang bersangkutan memiliki riwayat sakit. Inilah yang diduga jadi celah bagi oknum selebriti negeri ginseng untuk memanipulasi kondisi kesehatan. (nin/pojoksatu)
