POJOKSATU.id, NAMANYA maling tidak mengenal waktu dan tempat. Baim Wong mengalaminya. Niat hati untuk berbagi, eh, uangnya malah hilang. Dan, pelakunya orang terdekatnya.

Ceritanya, kejadian pahit itu ketika Baim Wong hendak berbagi pada orang-orang di jalanan. Mulanya, Baim Wong ingin mengajak timnya keliling Jakarta untuk mencari dan berbagi pada orang yang sudah mengais rezeki saat subuh.

Di tengah perjalanan, Baim Wong lantas menyadari bahwa uang segepok yang telah dipersiapkannya justru tak ada di dalam tas. Suami Paula Verhoeven itu lantas menduga bahwa seseorang telah mengambil uangnya.

"Iya kalau memang diambil. Kalau emang diambil dia pintar lah, ngambil lah, bukan ngambil segepok. Salah dia caranya, kalau kita sih ketawa-ketawa aja," ujarnya dalam kanal YouTube Baim Paula, dikutip Kamis (11/5/2023).

Baim Wong merasa uang segepok di dalam tasnya itu hilang ketika dirinya sedang salat. Sebab, dia yakin tak pernah mengeluarkan uang untuk berbagi itu dari tasnya.

BACA JUGA : Baim Wong Temui Korban dan Tersangka Penipuan Giveaway yang Mencatut Namanya di Polda Sumut

BACA JUGA : Bantah Pengakuan Putrinya, Nikita Mirzani : Saya Tidak Pernah Tampar Azka

Nah, setelah pulang dari berbagi dan melakukan Live TikTok, ayah dua anak pun mendapat pesan dari Paula Verhoeven yang mengirim rekaman CCTV di rumah dan kantornya. Berdasarkan rekaman itu, terungkaplah siapa malingnya.

Dan, oknumnya orang yang bekerja bersamanya di rumah. "Ada maling bosque di rumah saya. Uang saya hilang, akhirnya ketemu," tegasnya.

Namun, suami Paula Verhoeven enggan memberikan identitas dan menunjukkan wajahnya karena ingin menyelesaikannya di balik sorotan kamera.

"Ada banyak kejadian, dulupun staf kita ngelakukan bisa jadi pencurian, kita enggak pernah untuk ekspos. Makin ke sini main ketahuan, saya semakin seram sendiri," jelasnya.

"Cuma kayaknya enggak semuanya kita bisa publikasi, walaupun dia melakukan kesalahan kita ada empatinya. Bisa dibilang jangan ya, mudah-mudahan bisa jadi pelajaran buat saya," sambungnya.

Baim Wong mengatakan menjadi paham, terkadang orang terdekat tak selamanya punya niat yang baik.

"Hati-hati saja, karena yang terdekat sama kita belum tentu punya maksud yang baik juga. Harus dijaga-jaga. Pelajaran juga buat saya. Mudah-mudahan orang yang melakukan bisa bertaubat. Kita sudah maafkan," pungkasnya. (nin/pojoksatu)