POJOKSATU.id, SELEBGRAM Tasyi Athasyia resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya, atas dugaan pengancaman dan kekerasan terhadap eks karyawannya. Ada 11 mantan pekerja yang melaporkan saudari kembar Tasya Farasya itu.

Pelaporan terhadap Tasyi Athasyia yang dilakukan 11 mantan karyawan tersebut telah dilakukan di Polda Metro Jaya, Rabu (21/6/2023) malam.

Salah satu dari 11 mantan karyawan Tasyi itu, bernama Putri menjelaskan dirinya mendapat tekanan dengan didatangi oleh orang-orang yang diduga suruhan Tasyi, ke rumahnya, pada tengah malam.

Para pria itu datang dengan niat memaksa para eks karyawan untuk menandatangi surat pernyataan bahwa persoalan dengan Tasyi sudah diselesaikan secara clear. Tapi, dia enggan menandatanginya karena di bawah tekanan.

Kasus ini sendiri berawal saat beberapa eks karyawan curhat di Twitter tentang masalah hak mereka selama bekerja dengan Tasyi, yang tidak sesuai dijanjikan. Dari 11 orang tersebut, ada yang gajinya Rp3 juta sampai Rp4 juta, mereka juga dijanjikan diberikan bonus.

"Jadi kita itu kerja dari awal 1 November 2022. Harusnya bayar gaji 1 Desember, tapi kita baru terim gaji 18 Desember. Gaji tanggal 1 sampai 17 (Desember) yang belum dibayarkan. Dan ada juga beberapa eks tim dijanjikan (bonus) Rp1,5 juta tapi belum dibayarkan," ujar Putri, kepadawa wartawan dilansir Pojoksatu.id, dari YouTube KH Infotainment, Kamis (22/6/2023).

Sayangnya, Putri mengakui kalau mereka kerja tanpa kontrak tertulis. "Kita enggak ada kontrak kerja dari awal. Kita minta kontrak kerja tapi ujungnya enggak ada kontra kerja. Job desk kita ikut syuting produksi konten," jelasnya.

BACA JUGA : Berhari-hari Trending dan Panen Kritik, Tasyi Athasyia dan Suami Muncul, Sampaikan Permintaan Maaf

Pengacara para eks karyawan Tasyi, mengatakan selain sebagian hak yang belum dibayarkan, pelapor juga berharap pengancaman ini bisa berhenti.

"Rumah dipantengin dari pagi sampai malam, diduga oleh orang suruhan si T. Dia (Putri) ketakutan. warga sekitar pun sama," jelasnya.

Para pelapor menunggu pihak Tasyi membayarkan yang sudah dijanjikan dan juga menuntut permintaan maaf secara langsung. Meski Tasyi telah meminta maaf di akun Instagram-nya, mereka menilai itu diperuntukkan secara umum.

"Kalau dari mereka menunggu dari pihak sana (Tasyi), mau dibayar apa enggak. Bonus yang dijanjikan sekian persen. Meminta maaf secara terbuka, lebih spesifik ke orang-orang ini," pungkasnya. (nin/pojoksatu)