POJOKSATU.id, TAGAR #YoutubeCorrupt trending di Twitter, Jumat (31/3/2023). Ini setelah ARMY-fans BTS, meluapkan kekecewaannya terhadap YouTube. Pasalnya, platform tersebut diketahui mengurangi jumlah viewers dua Music Video (MV) lagu Jimin BTS.

Protes keras sejatinya sudah dilakukan ARMY sejak awal Jimin resmi merilis album FACE, 24 Maret 2023. Dimana ada dua lagu yang dibuat MV yaitu Set Me Free Pt.2 dan Like Crazy, namun jumlah viewers susah naik (freez) dan malah berkurang.

Dan, ARMY punya bukti bahwa hari ini, jumlah telah menurun di tengah streaming massal yang harusnya jumlahnya naik. Di Twitter, ada beberapa bukti yang direkam ARMy detik-detik penurunan jumlah viewers kedua MV Jimin tersebut.

Salah satunya yang terlihat jelas adalah ketika MV Set Me Free Pt sudah menyentuh angka 50 juta, mendadak turun ke angka 49 juta sekian. Ini yang membuat ARMY meradang.

BACA JUGA : Lagu ‘Set Me Free, Pt. 2’ Jimin Peringkat 30 Billboard Hot 100, Pencapain Solois Member BTS Tertinggi

Banyak Tweet ARMY dari berbagai negara turun tangan meramaikan tagar #Youtube Corrupt. "Mereka (YouTube) mengambil views dari kita. Mereka menurunkan jumlah view ke angka 49 juta. Hal yang sama terjadi di MV Like Crazy, mereka mencurinya tepat di depan mata kita semua," komen @Laaara12***.

"Aku benar-benar kesal, bagaimana mungkin ini terjadi. Cukup, karena ini hanya terjadi ke BTS. Mereka (YouTube) takut dan tak terima dengan kesuksesaan album Jimin," tweet @zsuim***.

"Benar-benar putus saja melihat beberapa platform mensabotasi BTS secara terang-terangan. Dan, kita tak punya pilihan lain selain menaikkan stream lagi. Meskipun melelahkan karena semua terjadi depan mata terang-terangan," komen @goesk***.

Dia juga menyertakan data di beberapa jam viewers MV Jimin mendadak turun. Misalnya pukul 08.00 ada 27.612.908 views untuk Like Crazy, pukul 08.15 sempat baik ke angka 27.614.765, namun pukul 08.36 malah menjadi 27.588.384 views.

Tak hanya YouTube, Spotify juga sempat trending karena dianggap mensabotase prestasi Jimin. Pasalnya, lagu Like Crazy yang terdiri dari dua versi (English dan Korea) mendadak dipisah hanya satu lagu setelah Jimin memecahkan rekor Spotify sebagai soloist.

BACA JUGA : Geser Miley Cyrus, Jimin BTS Jadi Solois K-Pop Pertama dalam Sejarah Puncaki Spotify Global Daily Chart

Lagu Like Crazy dipisah penghitungannya yang originial dengan English versin, sehingga jumlahnya pun berubah. Padahal di beberapa penyanyi misalnya Shakira, lagu dua bahasanya digabung jumlah pendengar Spotify-nya.

Yang membuat ARMY kecewa, mengapa sejak awal lagu Like Crazy dan Like Crazy (English) tidak dipisah penghitungan pendengarnya. Namun, keesokannya harus dipisah.

Tak hanya itu, Hanteo telah lebih dulu sempat kena tagar Hanteo Corrupt karena dianggap mengurangi jumlah penjualan album baru Jimin FACE. ARMY mencatat dari web resmi Hanteo, penjualan album perdana Jimin harusnya 1,7 keping di hari pertama, namun mendadak dilaporkan 1,01 juta. ARMY punya bukti rekaman data penjualan di web Hanteo yang dibuat real time.

Hanteo membantah tuduhan ARMY dan tetap memakai data mereka. Jimin menjadi solois dengan penjualan album terbanyak di hari pertama. ARMY sendiri masih berpegangan pada angka 1,7 tersebut. Sementara itu, hingga malam ini tagar #YouTubecorrupt masih trending. (nin/pojoksatu)