POJOKSATU.id - Arafah Rianti, komika sekaligus pengusaha muda yang kini sukses mengelola bisnis rental PlayStation (PS), mengaku kaget dengan kebiasaan para pelanggannya. Di balik tawa dan gelak yang ia hadirkan di panggung komedi, kali ini ada fakta serius yang ia temukan langsung dari lapangan.
Dalam siniar Kejar Setoran bersama host Praz Teguh, Arafah dengan santai menceritakan bagaimana bisnisnya selalu ramai sejak malam hari. Alasannya sederhana — ada paket malam yang sangat terjangkau, dan para gamers pun berbondong-bondong memanfaatkannya meski harus mengorbankan waktu tidur mereka.
"Ada paket malem dan paket pagi. Paket malem cuma Rp 40.000 dari jam 10 malam sampai jam 6 pagi. Itu jam 10 malem udah rame banget rentalku," ungkap Arafah Rianti dalam siniar Kejar Setoran bersama Praz Teguh.
Pernyataan Arafah itu secara tidak langsung mengangkat sebuah isu kesehatan yang penting: apakah tidak tidur semalaman benar-benar berbahaya untuk kesehatan mata? Jawabannya, ternyata, lebih serius dari yang diduga.
Mata Itu Juga Butuh Istirahat
Banyak orang tidak menyadari bahwa mata, seperti organ tubuh lainnya, memerlukan waktu tidur untuk menjalani proses pemulihan dan regenerasi. Saat seseorang terlelap, mata beristirahat dari rangsangan cahaya dan menjalani perbaikan sel secara alami. Ketika proses ini terganggu karena begadang, mulailah muncul berbagai keluhan yang seringkali diabaikan.
Dampak paling awal yang tampak adalah mata merah dan kantung mata yang menghitam. Ini terjadi karena pembuluh darah halus di sekitar mata melebar akibat kelelahan. Bersamaan dengan itu, produksi air mata pun berkurang, membuat mata lebih rentan terhadap iritasi dan rasa kering yang mengganggu.
Kedutan Mata: Tanda Tubuh Sudah Kelelahan
Selain tampilan fisik yang tampak lelah, begadang juga memicu kondisi yang dalam dunia medis dikenal sebagai myokimia — atau yang lebih awam disebut kedutan kelopak mata. Kondisi ini terjadi ketika otot mata mengalami kejang berulang akibat kelelahan yang berlebihan dan kurangnya waktu istirahat.
Kedutan umumnya muncul di satu sisi kelopak mata, bersifat sementara, dan hilang dengan sendirinya. Namun bila terus-menerus dibiarkan tanpa perubahan kebiasaan, kondisi ini bisa menjadi lebih sering dan lebih mengganggu — pertanda bahwa sistem saraf sedang bekerja jauh melampaui kapasitas normalnya.
Ancaman Lebih Serius: Dari Mata Minus hingga Glaukoma
Yang lebih mengkhawatirkan adalah dampak jangka panjangnya. Kurang tidur secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan risiko miopia atau mata minus, terutama pada anak-anak dan remaja. Meskipun begadang tidak langsung menyebabkan mata minus, kebiasaan ini mempercepat proses perkembangannya melalui ketegangan otot mata yang berlangsung terus-menerus.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 2020 menemukan hubungan yang sangat mengkhawatirkan: orang yang tidur kurang dari tiga jam per malam memiliki risiko terkena glaukoma tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidur tujuh jam. Glaukoma sendiri adalah penyakit akibat tekanan berlebih pada cairan di dalam mata yang, jika tidak tertangani, dapat menyebabkan kebutaan permanen.
Solusi Nyata untuk Para Gamers
Solusi paling efektif tentu saja adalah memastikan tubuh mendapatkan tidur yang cukup, yakni 7 hingga 8 jam setiap malam. Namun bagi yang sudah terlanjur begadang, ada beberapa langkah pemulihan: kompres mata dengan air dingin, pijat lembut area sekitar mata, dan gunakan tetes mata untuk melembapkan kembali.
Asupan nutrisi yang mendukung kesehatan mata juga sangat membantu, seperti vitamin mata eyebost yang punya kandungan lengkap untuk memberikan nutrisi pada mata. Vitamin A, C, E, serta lutein, zeaxanthin, dan omega-3 terbukti mampu mendukung kesehatan mata secara keseluruhan, termasuk mencegah mata kering dan meningkatkan produksi air mata yang optimal.
Kesimpulan
Cerita menggelitik Arafah Rianti di siniar Kejar Setoran menyimpan pesan kesehatan yang sangat serius. Para gamers yang terbiasa menghabiskan malam di rental PS demi tarif hemat perlu lebih sadar akan risiko yang mengintai. Begadang mungkin terasa sepele, tetapi dampaknya pada kesehatan mata bisa sangat nyata dan berbahaya dalam jangka panjang. Karena pada akhirnya, tidak ada diskon yang lebih mahal dari kesehatan penglihatan. ***
