POJOKSATU.id, PESINETRON Syakir Daulay kembali dihadapkan pada curhatan menyayat hati dari sang ayah kandung, Hasan Daulay, tentang sikapnya yang disebut melupakan orang tua.
Klarifikasi Syakir Daulay tentang dirinya bekerja keras demi membeli rumah hingga tak pulang ke rumah orang tuanya, sama sekali tak menenangkan hati kedua orang tuanya. Sebab, mereka mengaku hanya ingin kehadiran Syakir bukan yang lain.
Hasan Daulay menyebutkan hijrah ke Jakarta dari kampung mereka di Aceh, sejatinya ingin dekat dengan Syakir dan anak-anak yang lain. Namun, hanya Syakir yang menolak tinggal bersama.
"Yang ayah inginkan, karena ayah dan bunda jauh hijrah kemari, ingin menebus dosa karena sudah sejak kecil di rantau orang. Kami hijrah ke Jakarta, supaya dia (Syakir) tidak merasa sedih. Tetapi ketika kita ajak tinggal bersama orang tua, banyak kali alasannya dan itu sangat menyakitkan," ujar Hasan, dikutip Pojoksatu.id, dari YouTube Mantra Room, Senin (27/2/2023).
"Hanya Syakir yang enggak mau, anak-anak lain mau, jadi ayah juga heran kenapa dia bisa seperti itu," sambungnya.
BACA JUGA : Dicap Durhaka Gegara Lama Tak Pulang ke Rumah Orang Tua, Ini Klarifikasi Syakir Daulay
Hasan juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap Syakir yang melupakan jasa orang-orang terdahulu yang membuatnya terkenal.
"Kalau seandainya ayah tak rantaukan dia, dia tidak akan terkenal, tidak akan jadi apa-apa. Tapi itu dia lupakan semuanya. Begitu juga pada awal dia merantau banyak sekali orang yang berjasa, itu juga dia lupakan," jelasnya.
"Kalau saya sebutkan puluhan tapi itu tidak dia ingat, saya sangat malu sama mereka, karena dia (Syakir) lupa jasa-jasa guru, yang mengajarkan dia dari awal, yang mengajarkan dia ceramah," lanjutnya.
Dan, yang paling menyakitkan bagi Hasan, orang tua juga dilupakan putra bungsu mereka itu. "Ternyata bukan cuma mereka dilupakan, ayah, bunda juga dilupakan itu yang saya sesalkan," tegasnya.
Hasan masih tetap dengan pendiriannya agar Syakir mau tinggal dengan mereka. "Harapan ayah ke depan, ayah mau dia tinggal di sini, kalau datang untuk jenguk lebih bagus enggak usah datang. Kita enggak butuh pemberian dari dia, kita enggak butuh rumah dia, yang butuh kehadirannya," sebutnya.
"Kita ingin lihat kebersaman dia sehari-haru, canda tawa dia, enggak perlu rumah, enggak perlu mobil ayah. Yang ayah butuhkan ingin melihat kamu sehari-hari, kalau itupun enggak bisa kamu berikan enggak usah temui ayah dan bunda," tukasnya
Hasan pun tampak pasrah jika curhatannya untuk kesekian kali ini tak juga digubris Syakir.
"Jadi kalau dia juga tidak mau tinggal dengan kita, kita juga enggak butuh pmberian dia. Banyak anak lain kok yang mau memberikan, ada Zikri (Daulay). Walaupun bandal, bengal tapi masih peduli orang tua," tandasnya.
Hasan mengatakan sikap Syakir Daulay sejak tahun 2017. "Setelah 2017 sudah jauh berbeda, enggak tahu apa sbabnya," pungkasnya. (nin/pojoksatu)
