POJOKSATU.id, USAI menjalani sidang perdana kasus joki wajib militer, Ravi meminta maaf ke publik atas tindakannya. Dia mengaku menyesal telah terlibat dengan kegiatan melanggar aturan itu.
Lewat postingan Instagram pribadinya di akun @ravithecrackkidz, Selasa (11/4/2023), Ravi menuangkan perasaannya dan alasannya mengapa memilih hengkang dari grup VIXX setelah selama 11 tahun bersama.
"Pertama-tama, saya meminta maaf kepada semua orang yang telah dirugikan dan disakiti oleh kesalahan yang saya lakukan," tulisnya.
Ravi menjelaskan, sebelumnya dia menunda wajib militer dengan berbagai faktor, hingga muncul ide menggunakan joki untuk memalsukan kondisi kesehatannya.
Hingga akhirnya pada momen dirinya tak lagi bisa menunda, karena faktor usia. "Saya mencapai titik di mana sulit untuk menunda pelayanan saya lebih jauh," sambungnya.
Kemudian, kondisi perusahaan juga memicunya melakukan hal salah tersebut. "Saya adalah satu-satunya artis di perusahaan yang menghasilkan keuntungan, dan tanggal pelaksanaan kontrak yang ditandatangani sebelum COVID-19 ditunda tanpa kepastian, sehingga dengan beban biaya pembatalan kontrak, saya nekat untuk menunda wajib militer saya," tuturnya.
Dia mengaku membuat keputusan menjalani layanan publik dengan bermodal surat medis palsu agar terhindar dari dinas militer dalam kondisi putus asa.
"Dengan putus asa, saya membuat keputusan yang bodoh, dan ketika kekhawatiran saya tentang perusahaan dan masalah kontrak diselesaikan, saya secara sukarela mendaftar untuk layanan publik dan menjalankan layanan saya sejak Oktober tahun lalu," bebernya.
BACA JUGA : Dituntut Dua Tahun Penjara dalam Kasus Joki Wajib Militer, Ravi Resmi Keluar dari Grup VIXX
Ravi juga meminta maaf kepada penderita epilepsi, karena dia memakai laporan medis sebagai penderita palsu.
"Saya ingin meminta maaf dengan tulus kepada pasien epilepsi dan keluarga mereka yang pasti telah terluka oleh keputusan saya," sambungnya.
Kepada fansnya, Ravi juga meminta maaf karena memberi contoh yang tidak baik. "Saya ingin menjadi seseorang yang dapat kalian banggakan, tetapi saya tidak punya alasan untuk menunjukkan sisi diri saya yang memalukan," imbuhnya.
Terakhir, dia mengatakan telah memutuskan untuk meninggalkan VIXX agar tidak ada kerugian lebih lanjut yang diberikannya kepada member grup, karena kasus ini.
"Saya dengan tulus berterima kasih kepada semua member yang telah bersama saya selama 11 tahun, dan saya merasa sangat menyesal. Saya sangat berharap bahwa tidak akan ada lagi kerugian karena saya," ucapnya.
Diapun ikhlas menerima kritikan publik atas kasus ini. "Adalah tanggung jawab saya untuk menerima semua kritik atas insiden ini. Semakin kalian memarahi saya, semakin saya akan bertobat dan belajar dari kasus ini," jelasnya.
"Saya tahu betul bahwa kata-kata permintaan maaf saya yang sederhana tidak membuat kesalahan saya hilang. Saya akan terus belajar dan bekerja keras agar saya bisa hidup sebagai orang yang lebih baik dengan merenungkan momen ini tanpa melupakannya. Saya dengan tulus meminta maaf," tutup Ravi. (nin/pojoksatu)
