POJOKSATU.id, PIHAK Event Organizer (EO), konser band Radja di Johor, Malaysia, angkat bicara terkait insiden dugaan penyekapan dan ancaman bunuh yang dialami Ian Kasela dkk.
Lewat akun Instagram-nya, Mimosa Events & Entertainment, @mee2_events, tak menampik ada kericuhan yang terjadi, namun membantah pengakuan band Radja.
Menurut mereka yang terjadi 100 persen seperti yang diutarakan, melainkan hanya kesalahpahaman.
"Kami ingin memaklumkan bahwa laporan tersebut tidak menggambarkan keadaan yang sebenar dan ianya adalah berpunca daripada salah paham mengenai komitmen komersial dan operasi waktu acara terbabit berlangsung," tulis Mimosa.
"Perbincangan yang pada mulanya berjalan dengan aman telah menjadi panas dan berlaku sedikit kekecohan, namun masih dalam keadaan terkawal," klaim EO.
BACA JUGA : Band Radja Disekap dan Diancam Bunuh usai Turun Panggung Konser di Malaysia, Ian Kasela Beberkan Kronologisnya
Secara detail EO tak menguak apa penyebab kejadian itu. Namun, mereka menyebut ada kejadian di panggung konser, yang awalnya bukan karena Radja, namun dilampiaskan ke Radja.
Pun, demikian, EO menuliskan permintaan maaf atas kejadian itu. "Pihak penganjur amatlah kesal di atas insiden yang berlaku dan seikhlas hati memohon maaf kepada Radja atas insiden yang berlaku," pungkasnya.
Sebelumnya, Ian Kasela mengatakan Band Radja disekap dan diancam bunuh usai turun panggung konser. Mereka mengalami kejadian itu selama 30 menit dengan menerima kekerasan verbal hingga dilempar botol. Dua orang yang diduga sebagai pelaku telah diperiksa polisi setempat namun dibebaskan dengan uang jaminan. (nin/pojoksatu)
