POJOKSATU.id, SELEBGRAM Fujianti Utami atau Fuji mengungkapkan banyaknya hujatan yang diterima saat pertama kali muncul di dunia entertainment. Salah satunya dia dicap terkenal gegara musibah meninggalnya sang abang, Bibi Andriansyah dan kakak iparnya, Vanessa Angel.

Imbasnya, Fuji merasakan ketakutan berlebihan hingga depresi dan ujungnya harus berobat atau konsultasi ke psikiater.

"Dulu sudah pernah 'diinjak' pas awal. Dulu netizen parah banget sampai aku takut buka Hp. Pernah juga ke psikiater dua kali. Depresi waktu itu, takut menjalani hidup, bangun tidur aja takut, takut semua, takut ketemu orang, takut kehilangan, aku takut mati," sebut Fuji seperti dikutip Pojoksatu.id dari Podcast Denny Sumargo, Jumat (3/3/2023).

Fuji merasa semua orang menyalahkannya, apapun yang dibuatnya terlihat salah di mata publik. "Aku takut banget disalahkan, orang nnyalahin aku, kayak (terkenal karena) musibah lah, kayak tumbal, memanfaatkan keadaan," sebutnya.

Padahal, dirinya tahu benar rasa sakitnya kehilangan dua orang yang disayanginya itu. Dan, itu tidak sebanding dengan ketenaran. "Demi Allah aku enggak maulah ada keluarga yang meninggal," tegasnya.

BACA JUGA : Soal Perjodohan Netizen terhadap El Rumi-Fuji, Begini Reson Ahmad Dhani

Dia merasa sesaat setelah meninggalnya abang dan kakak iparnya, semua orang menaruh spotlight ke keluargnya. Fuji menyebutkan seakan tak punya waktu untuk benar-benar menangis karena kehilangan.

"Mungkin dulu kayak hectic banget, sekeluarga sensi, aku tertekan banget, aku kayak enggak ada wakt buat nangis benar-benar nangis. Orang datag (berkabung soal Bibi dan Vanessa) aku saat itu butuh waktu sendiri. Saat itu rame banget kayak enggak dikasih nafas," sebutnya.

Di saat bersamaan dia pun menjadi sorotan dan terjun ke dunia hiburan. Dia menyebutkan ada plus minus yang dirasakannya sebagai artis dadakan.

"Tanggungannya lebih besar kita harus menjaga diri kita, omongan kita, pakaiaan tapi pakaian masih melenceng karena masih anak muda, kita harus mikirin konten yang kita bikin, karena kalau aku merasa punya tanggungan tim, keluarga," jelasnya.

Fuji mengaku menjalani apa yang sudah di depan mata tanpa pernah direncanakannya soal takdir kehidupan, salah satunya serius di dunia artis.

"Aku sudah sampai sini aku harus lebih lagi, kenapa harus berhenti. Kalau sudah nyebur, berenang sekalian, mau nanti mati saat berenangnya atau perenang andal itu urusan nanti yang penting jalani sebaik mungkin," jelasnya.

BACA JUGA : Rayakan Ulang Tahun ke-30 Sang Kakak Almarhum Bibi Andriansyah, Fuji Tulis Pesan Mengharukan Ini

Satu hal yang diingat Fuji soal hujatan adalah ketika main di film 'Bukan Cinderella' dimana dia langsung jadi pemeran utama hingga dihujat berhari-hari sampai ada yang mendoakannya meninggal.

"Rasanya (dihujat) pahit banget, main film seru, aku enggak ngerasa seburuk itu sebenarnya tapi komennya benar-benar jahat banget. Jatuh mental kesekian kali. Kalau dijabarin bisa jutaan komentar, aku memang habit suka baca komentar," bebernya.

"Orang-orang enggak ngerasain apa yang aku rasain dan aku enggak mau mereka merasa apa yang aku rasain, cuma jangan separah itulah (kalau menghujat) cukuplah," imbuhnya.

Namun, seiring waktu, mantan kekasih Thariq Halilintar ini mengatakan sudah bisa mengendalikan emosi sedih dan marahnya dengan hujatan.

"Sekarang sudah bisa lebih santai, tapi sedih masih, mungkin dulu karena pressure-nya parah banget. Semakin lama belajar bawa santai aja, bersyukur maupun dalam musibah berarti Tuhan masih sayang sama aku," sebutnya.

Namun, Fuji tak bisa menahan air matanya ketika bicara soal almarhum abang dan kakak iparnya. Dan rindu dengan kebersamaan mereka seperti dulu.

"Malas nangis (di Podcast), takut dibilang jual kesedihan. Kabar mereka di sana gimana," pungkas Fuji. (nin/pojoksatu)