POJOKSATU.id, AKTOR Tio Pakusadewo mengungkapkan pernah dimasukkan ke sel tikus saat menjalani hukuman penjara dalam kasus narkobanya yang pertama, pada tahun 2017 lalu.

Sel tikus biasanya istilah untuk tempat para napi yang berbuat salah hingga dihukum terpisah. Tio Pakusadewo menjelaskan dimasukkan ke sel tikus itu, karena protes dan menolak ditindak oleh oknum dalam penjara.

"Masuk ke sel tikus karena sebuah pelangaran, gua masuk sel tikus karena menolak ditindas oleh oknum," ujarnya di Podcast Deddy Corbuzier, Kamis (26/1/2023).

Aktor 59 tahun itu mengungkapkan sel tikus itu lebarnya 1,5 meter dengan panjangnya sekira 3 meter.

"Begitu masuk, di ujung ruangan tempat BAB dan ada tempat air kecil dan dibatasi tembok setengah meter, ada dipan dari semen. Di sebelah ada sisanya setengah meter buat jalan," jelasnya.

BACA JUGA : Kisah Tio Pakusadewo Diajarin Ngaji oleh Ali Imron Napi Teroris di Penjara

Di ruangan itu, Tio bertujuh dengan napi lain yang menerima hukuman. "Jadi gua malam pertama tidurnya berdiri karena enggak muat. Supaya enggak jatuh, di situ banyak peralatan tak terduga, tali celana dicopot buat teralis, jadi kalau jatuh (saat tidur berdiri) ketarik," ungkapnya.

Pada hari kedua, Tio sudah merasa tak tahan lagi. Dia bersama napi lain menyusun rencana dengan berbuat onar, agar mereka tak lagi berhimpitan di dalam sel tikus itu.

"Bagaimana bisa (tidur) baringan. Ada yang dua badannya gede, kita gebukin yang badannya kecil, supaya sipir tahu ada keributan mereka pindah. Terjadilah peristiwa itu, sipirnya datang, yang tiga orang yang kita gebukin pindah, yang tiga dipisahin, baru kita bisa tidur. Dua di bawah dua di atas," kenangnya.

Sesuai nama sel tikus, Tio mengakui di dalam ruangan itu pengab, bau. Bahkan, dia menyaksikan ada napi yang menangkapi tikus.

"Tiap malam, ada yang tangannya keluar gini (di sela-sela sel), gua kira mau ngapain, ternyata nangkap tikus, dipatahin lehernya sama dia. Cuma buat mainin sama dia," sambungnya.

Karena napi yang di sel tikus tak boleh keluar sedikitpun, mereka hanya bisa berteriak dari dalam ketika jam makan, berharap bantuan dari teman-teman napi lainnya memberikan kebutuhan, selain nasi dari sipir.

"Kalau pas jam-jam makan, kan di penjara itu kita survive by kelompok. Kalau anak Jakarta Selatan gabung sama Jakarta Timur. Jakarta Barat sama Pusat, Utara sendiri paling banyak massanya. Mereka punya gang disebut badboys, itu dari turun temurun," jelasnya.

Di sel tikus itu, kata Tio ada satu lubang yang bisa nembus ke penampungan. Ruangan itu biasanya ditempati 300 orang yang berstatus napi baru.

"Kita teriak-teriak kopi, makanan, mereka lempar kita nangkap, apapun makanan, kita dapatnya dari situ," ungkapnya.

Selama 10 hari di sel tikus, Tio bisa bertahan karena menghabiskan waktu dengan dzikir dan baca buku terutama siang, karena ada sinar yang bisa masuk. Dia bisa menghitung hari dari suara adzan yang terdengar.

"Gua dzikir, salat juga enggak bisa, sampai ketiduran bangun ada buku juz amma waktu, kalau siang ada sinar dikit. Enggak (bisa) keluar di situ terus, (suara) adzan ketemu adzan," pungkas Tio Pakusadewo. (nin/pojoksatu)