POJOKSATU.id, UNTUK kali, Antonio Dedola bercerita tentang awal perkenalannya dengan Nikita Mirzani, yang berujung perseteruan. Semuanya bermula di Bali.

Antonio Dedola mengatakan dirinya menetap di Bali setelah pensiun dari polisi. "Aku seorang polisi di Jerman selama tujuh tahun sebelum pensiun. Aku pindah ke Indonesia, karena aku mencintai negara ini, budayanya, oranngnya, aku suka Indonesia. Aku menikmati tinggal di Indonesia," ujarnya di video klarifikasi, 'The Truth' di akun YouTube-nya, Kamis (11/5/2023).

Meski, pensiunan polisi, Toni-sapaan akrabnya, dia bisa menghidupi diri sendiri di Bali, jauh sebelum mengenal Nikita.

"Aku tinggal di villa di Bali. Aku enggak butuh dia dulu, dan aku enggak butuh dia sekarang. Aku enggak butuh popularitas, aku memang enggak terkenal," sebutnya.

Dia menjelaskan keuangannya cukup untuk membayar vila, dan punya dua sepeda motor selama di Bali.

"Aku punya kehidupan yang menyenangkan sebelumnya, tanpa istri dan anak. Aku menjalani kehidupan seorang lajang, dan aku mengubah kehidupanku menjadi berstatus suami dengan tiga anak," ujarnya.

Toni menyampaikan ke Nikita Mirzani bahwa dari lajang dan langsung jadi suami dengan tiga anak hal yang mengejutkan baginya.

"Nikita mungkin kamu tidak mengerti, tapi kamu pernikahan permata saya, saya belum eprnah sbeelumnya. Aku belum pernah tinggal dengan perempuan dalam satu atap. Bagimu bukan hal besar, tapi bagiku iya," sebutnya.

BACA JUGA : Blak-blakan, Antonio Dedola Tegas Ungkap Alasannya Menceraikan Nikita Mirzani Gegara Kerap Dipukul dan Ibunya Dihina

Toni menjelaskan sejatinya ketika bertemu Nikita di salah satu klub malam, dirinya tak mengetahui kalau ibu tiga anak itu seorang artis.

"Aku bertemu Nikita di Bali, aku enggak tahu dia siapa. Tapi mengobrol dengan baik, setelah itu dia memberikan saya nomornya sebelum kami pindah ke klub malam lain," kenangnya.

Setelah itu, mereka pulang ke vila masing-masing. Komunikasi berikutnya berlanjut via ponsel. Mereka membuat janji dan bertemu tiga minggu kemudian di Bali lagi.

Saat itu, Nikita mulai bicara tentang siapa dirinya sebenarnya yaitu selebriti tanah air. "Aku enggak peduli dia seorang selebriti, aku peduli dia sebagai manusia," tegasnya.

Mereka semakin dekat dan bahkan berlanjut ke hubungan orang dewasa. "Kami bertindak sebagaimana pasangan kekasih. Bahkan kami menghabiskan waktu bersama," lanjutnya.

Selanjutnya, kata Toni, Nikita mau balik ke Jakarta dan mengajaknya. Dia bertemu ketiga anak Nikita, dan tak lama setelah itu, ada kejadian Nikita ditangkap atas laporan Dito Mahendra.

Toni lah yang menjaga ketiga anak Nikita. "Aku menganggapnya istri dan ketiga anaknya sebagai anakku," timpalnya.

Namun, hubungan mereka mulai tak baik-baik saja, saat Nikita keluar dari penjara. Nikita yang biasanya aktif bicara, kata Toni berubah diam kepadanya.

"Dia berubah jadi aneh, dia tidak bicara aktif lagi. Aku bertanya karena aku mau tanya apa masalahnya. Dia tidak ingin bicara, dia bilang semua baik-baik saja. Aku enggak percaya, karena dia mengacuhkanku. Selayaknya suami istri harusnya kita bicara semua hal," bebernya.

Belakangan, Toni mengetahui Nikita marah karena menilainya bukan ayah yang baik. Bahkan, saat membuat konten YouTube, mereka berpura baik-baik saja, padahal begitu kamera mati mereka kembali lagi jadi pasangan yang tidak saling bicara.

"Dia selalu bilang aku bukan ayah yang baik buat anak-anaknya dan selalu menyalahkan segala hal ke aku," tukasnya.

Toni mengatakan Nikita sempat memintanya balik ke Jerman, namun ditolaknya. Karena, dia merasa jadi ayah yang baik buat ketiga anaknya.

"Aku sebelumnya single dan ke Jakarta jadi suami dan tiga anak. Aku selalu mengantar anak-anaknya sekolah, aku membesarkan mereka, aku menidurkan mereka," ungkapnya.

"Saat Nikita di penjara aku yang bertanggungjawab semua terhadap anak-anak, selama 2,5 bulan aku memenej semuanya. Dan dia masih bisa bilang aku bukan ayah yang baik," pungkas Antonio Dedola. (nin/pojoksatu)