POJOKSATU.id, KEPUTUSAN Aldila Jelita atau Dhila Bekti membuka donasi untuk meminta bantuan pengobatan suaminya, Indra Bekti, menuai kontroversi. Netizen mengkritik langkahnya itu, dan menyarakan menjual aset daripada 'mengemis'.

Postingan istri Indra Bekti Minggu (1/1/2023) itu, penuh dengan hujatan daripada yang mendukung donasi itu. Pasalnya, Dhila dianggap terlalu cepat meminta bantuan lewat donasi, karena suaminya baru beberapa hari dirawat.

Netizen membandingkan sikap Dhila dan Denada. Dimana, Denada rela menjual aset seperti rumah demi membiayai pengobatan putrinya yang menderita kanker darah. Netizen menyarankan hal yang sama untuk Dhila seperti menjual barang-barang branded untuk memenuhi biaya medis Indra Bekti.

"Asetnya enggak laku dijual ya," sentil @ugrahad***.

"Maaf ya, Denada itu apa enggak paling susah hidupnya, anak sakit di rawat di RS Singapura, butuh dana yang banyak sekali karena berbulan bulan bahkan bertahun tahun, tp dia tidak pernah meminta minta," kritik @maysarohla***.

"Justru aset aset yang dia punya dijual, rumah, mobil, tanah demi anaknya sembuh. Kenapa istrinya Indra Bekti enggak jual dulu aset aset yang ada kecuali kalau sudah enggak ada lagi baru galang dana gitu loh mbak," lanjutnya.

BACA JUGA : Kondisi Indra Bekti Masih Drop, Pendarahan di Pembuluh Darah Masih Mengalir, Sang Istri Meminta Bantuan Donasi

"Lo kayaknya baru masuk rumah sakit kok sudah galang dana. Iya sih klu ngutang takutnya nyaur, apa sudah habis hartanya? Barang branded dan aset-aset sudah habis ya? Saya cuma mendoakan semoga cepat sembuh," komen @julia8***.

"Jual rumah aja kak mobil atau tas yang bisa di jual, kurang etis aja masa artis minta galang dana," tegas @rizkirahman12***.

"Salut sama Denada kuat banget yaa, kalau ini kayaknya takut banget aset dan tabungannya habis buat berobat Indra Bekti," sebut @belinda.j***.

"Jual dulu apa yang ada, bikin postingan preloved pasti banyak yang bantu. Jangan takut miskin, ini suamimu loh," kritik @absen.3***.

Sebelumnya, Dhila Bekti mengatakan biaya pengobatan Indra Bekti sela empat hari sangat banyak. Sementara, pengobatan medis karena pembuluh darah pecah masih panjang. Dia mengakui malu meminta donasi, namun semua dilakukan demi suaminya. (nin/pojoksau)