POJOKSATU.id, PERSETERUAN panjang istri Sajad Ukra, Medina Moesa dengan Nikita Mirzani dan Fitri Salhuteru ternyata masih berlanjut. Teranyar, Medina diduga membayar orang untuk membakar rumah Fitri.
Hal ini terungkap lewat postingan Fitri Salhuteru yang diunggahnya di akun Instagram-nya, Rabu (3/5/2023). Dia membagikan satu video berisi wajah Medina Moesa, chat berisi perintah merusak dan membakar rumah lalu rekaman suara orang suruhan tersebut.
"Aku sudah sampai tapi enggak bisa masuk (perumahan), dia marah, dia banyak bukti chating sama aku. Enggak bisa coret, dia suruh bakar, ada chatting di saya," ujar suara pria di seberang telepon yang dihubungi Fitri, yang mengaku suruhan Medina.
Dalam caption postingan, Fitri meminta kepolisian bertindak kepada Medina, karena sejatinya pernah dilaporkan Nikita Mirzani. Ya, awal perseteruan ini lantaran mantan suami Nikita, Sajad Ukra bersama Medina ingin mengambil hak asuh anak yang diasuh Nikita, hingga kisruh dan menyeret pengacara Elza Syarief, yang menjadi kuasa hukum Sajad Ukra.
"Manusia kurang waras ini selalu membuat dirinya berfikir kejahatan apa yang bisa membuat dirinya puas. Walaupun selalu gagal. Kali ini sudah seharusnya saya speak up tentang kejahatan manusia ini. Bertahun tahun manusia ini membawa semua orang dalam perseteruan nya dengan @nikitamirzanimawardi_172 yang tidak ada hubungan sama sekali," ungkapya.
"Polisi @satreskrim_polrestangsel saya informasikan secara terbuka bagaimana manusia ini yang bernama medina moesa selalu berbuat jahat dan berniat jahat. Sudah ada juga laporan nya di @polisi.tangsel," sambungnya.
BACA JUGA : Beri Bukti Medina Moesa Admin Akun Haters, Nikita Mirzani : Sini Cepat Balik ke Indonesia, Pak Polisi Tungguin Tuh
BACA JUGA : Akrab Setelah Bicara Negatif soal Fuji, Nikita Mirzani : Sebenarnya Aku sama Fuji Tidak Pernah Punya Masalah Pribadi
Dia berharap polisi bergerak cepat menangani laporan Nikita Mirzani. "Semoga jika manusia ini datang ke indonesia atau ada di Indonesia, mohon agar di proses laporan yang di buat oleh @nikitamirzanimawardi_172. Harus menunggu bukti apa lagi sehingga @polisi.tangsel tidak memproses laporan yang ada," sambungnya.
"Semoga menjadi perhatian @poldametrojaya jangan sampai sudah terjadi kejahatan yang niat di lakukan Medina Moesa baru hukum ada," pungkas Fitri Salhuteru. (nin/pojoksatu)
