POJOKSATU.id, TERJAWAB sudah teka-teki mengapa Laura atau Loli, putri Nikita Mirzani unfollow Instagram ibunya, lalu menambahkan nama Dedola di belakang namanya. Ya, Loli ternyata berada di pihak Antonio Dedola.

Antonio Dedola mengatakan sebelum mengunggah video klarifikasi bertajuk 'The Truth' itu, Loli meneleponnya. Remaja yang sedang kuliah di London itu mengaku bertengkar dengan Nikita.

Nikita disebutkan mengancam Loli tak akan membayar uang kuliahnya, karena Loli menolak permintaan sang ibu untuk mengunggah postingan yang menjelekan Antonio.

"Mereka bertengkar dan Nikita mengancam tidak akan membayar uang kuliahnya lagi dan tidak bisa balik ke Jakarta. Aku bilang Loli semua baik-baik saja," jelasnya.

Antonio sendiri sudah menyarankan Loli untuk menuruti ibunya, namun Loli menolak karena merasa sudah menganggap Antonio sebagai ayahnya.

"Aku tahu Loli menyayangiku dan tahu bagaimana konsekwensinya, tapi dia tidak mau mengunggah kebohongan itu. Membuatku bangga," sebutnya.

BACA JUGA  : Antonio Dedola Ungkap Detik-detik Kabur dari Rumah Nikita Mirzani, setelah Dipukul, Ditinju dan Diancam

BACA JUGA : Cerita Antonio Dedola Awal Kenal Nikita Mirzani di Bali : Aku Punya Kehidupan Menyenangkan Sebelumnya

BACA JUGA : Blak-blakan, Antonio Dedola Tegas Ungkap Alasannya Menceraikan Nikita Mirzani Gegara Kerap Dipukul dan Ibunya Dihina

Mantan polisi Jerman itu mengatakan Nikita terlalu meremehkan putrinya sendiri. "Nikita meremehkan putrinya, diriku. Loli sudah kuanggap anakku, aku akan mengadopsinya. Aku akan membayar kuliahnya," ucapnya.

"Walau Nikita bilang Loli tidak akan punya tempat tinggal di Jakarta, dia (Loli) punya rumah di Jerman, aku akan menyambutnya kapanpun dia mau ke Jerman," ujarnya.

Untuk Nikita, Antonio berpesan agar berubah menjadi pribadi lebih baik.

"Nkita jika kamu masih sayang ke anakmu, buang amarahmu. Rehatlah dari media sosial, berbagi waktu buat keluargamu, perbaiki apa yang salah. Aku sama sekali enggak kenal kamu lagi. Kamu bukan perempuan yang pernah aku cintai lagi. Kamu berubah menjadi perempuan yang aku merasa rugi sudah pernah kenal," pungkas Antonio Dedola. (nin/pojoksatu)