POJOKSATU.id, SELEB TikTok atau TikToker Popo trending di Twitter usai video vulgar dirinya dengan patung atau manekin beredar luas di media sosial. Dia mengakui dialah yang merekam saat melakukan hal aneh itu, namun bukan yang menyebarkan.

Popo mengatakan merekam adegan tak senonoh itu untuk koleksi pribadi. Dan, dia menduga mengapa video itu bisa tersebar karena ponselnya hilang dua bulan lalu.

"Bukan aku yang posting, HP Android yang khusus buat WA sudah dua bulan hilang, enggak tahu kenapa. Itu kemungkinan diambil, dipakai sama orang dan nomor WA aku tetap dipakai seolah-olah itu aku padahal bukan aku," ujarnya dalam klarifikasi yang dikutip dari di akun TikTok, Sabtu (1/7/2023).

Dia juga menegaskan sama sekali tidak mengetahui bagaimana video itu bisa dijadikan status WhatsApp (SW). Popo mengatakan baru sadar munculnya video itu ketika videonya.

"Aku akui itu memang aku. Itu memang video khusus aku bikin buat pribadi aku di HP yang itu, mempermasalahkan video pribadi aku dibikin SW padahal bukan aku, memang kenyataannya bukan aku yang bikin SW itu," jelasnya.

BACA JUGA : Anak Demam Tinggi hingga Mulut Berbusa, Nathalie Holsher Murka Sule Mementingkan Endorse daripada ke RS

BACA JUGA : Blak-blakan Ingin Rujuk dengan Aldila, Indra Bekti : Bismillah, Bunda Bisa Terima Aku Lagi

Dia menduga ada yang membencinya sampai menyebarkan video itu. "Coba dipikir logika masa aku yang masukin ke SW video pribadi aku. Intinya banyak yang enggak suka sama aku, pengen menjatuhkan aku," ungkapnya.

Popo pun meminta maaf atas adanya video tersebut. "Saya ingin meminta maaf kepada masyarakat Inodneisa dan juga sama netizen atas video aku dengan patung," ujarnyanya.

Lalu apa alasannya melakukan adegan vulgar itu dengan patung? Popo berasalan kesepian. "Aku pengen mengungkapkan keluh kesah aku, aku enggak ada teman. Aku melampiaskan sama patung. Maksudnya kesunyiaan, sendirian, (jadi) melampiaskan ke patung, mohon maaf banget," tuturnya.

Popo menyerahkan semua ke penilaian netizen yang masih tak percaya kalau bukan dia yang menyebarkan. "Terserah kalian mau percaya atau tidak," pungkasnya. (nin/pojoksatu)