POJOKSATU.id, DRAMA perebutan saham SM Entertainment antara HYBE, perusahaan yang menaungi BTS dengan Kakao berakhir. Ini setelah HYBE memilih jalan menjual semua saham Lee Soman, pendiri SM sempat mereka beli ke perusahaan rivalnya itu.
Dilansir dari Yonhap, Jumat (24/3/2023), HYBE menjual semua 15,78 persen sahamnya di SM Entertainment ke Kakao Corp, setelah tawarannya untuk mengambil alih SM gagal.
HYBE mengatakan dalam pengajuan peraturan bahwa pihaknya akan menjual 3,75 juta saham di SM Entertainment seharga 563,5 miliar won (436,8 juta US Dollar). Ini dilakukan melalui penawaran tender terbuka oleh Kakao, yang menawarkan 150.000 won per saham.
Kakao sendiri bertujuan untuk mengamankan gabungan 35 persen saham di SM pada hari Minggu untuk menjadi pemegang saham terbesarnya.
Namun, Hybe kemungkinan besar tidak akan menjual seluruh sahamnya di SM melalui penawaran tender, karena saham akan diberikan secara proporsional kepada pembeli jika penawaran saham melebihi target Kakao sebesar 35 persen.
BACA JUGA : Mundur dari Persaingan dengan Kakao untuk Memperebutkan Saham SM Entertainment, Ternyata Ini Alasan Hybe
BACA JUGA : Kisah Bang Si Hyuk Pendiri HYBE, Sakit Hati Ditolak Perusahaan Label AS hingga Sukses Bawa BTS dan K-Pop Tembus Industri Musik Dunia
Hybe bulan lalu membeli 14,8 persen saham SM dari pendiri SM Lee Soo man seharga 422,8 miliar won di tengah perang penawaran yang memanas melawan Kakao. Tetapi pada 12 Maret mengumumkan keputusannya untuk menghentikan tawaran pengambilalihan menyusul kesepakatan dengan Kakao.
HYBE mengatakan setuju untuk bekerja sama dengan Kakao dalam bisnis platform, sedangkan Kakao akan memiliki kendali manajemen atas SM Entertainment.
Dengan ini, perang antar fans artis-artis SM dengan HYBE juga berakhir. Pasalnya, sejak HYBE membeli saham dan mengutarakan niatnya menambah jumlah saham, fans SM tak terima. Bahkan, di Korea, gedung HYBE sampai didemo.
Sebelumnya, founder HYBE, Bang Si Hyuk, meminta maaf karena dari perseteruan dengan Kakao untuk mengakuisis SM Entertainment membuat fans dan artis ikut bergejolak. Ini juga ditengarai salah satu sebab HYBE memilih mundur dari persaingan.
"Saya tidak melihat akuisisi ini sebagai kompetisi, tetapi masih menimbulkan masalah yang memilukan dalam hal manajemen. Saya sangat menyesal tentang itu. Esensi kami adalah kebahagiaan para artis dan penggemar. Saya sangat sedih dengan masalah baru-baru ini dan tidak bisa tidur nyenyak," ujar 'ayah' BTS itu. (nin/pojoksatu)
