Mengenal HYBE Perusahaan yang Menaungi BTS juga NewJeans yang Dikritik ARMY

BTS. Foto via Weverse BTS.
BTS. Foto via Weverse BTS.

POJOKSATU.id, KRITIKAN tajam ditujukan sebagian ARMY-fans BTS kepada HYBE, karena merasa sang idola mulai dianaktirikan. Lalu, ramai-ramai berharap BTS bisa mandiri dengan Bighit seperti awal terbentuk.


Namun, nyatanya saat ini BTS dan HYBE tidak bisa dipisahkan karena saling terkait secara bisnis.

Pojoksatu.id telah merangkum perjalanan BTS dan bagaimana HYBE terbentuk dari berbagai sumber.

HYBE Corporation adalah perusahaan asal Korea Selatan yang bergerak di bidang hiburan yang didirikan sejak 2005 oleh Bang Si Hyuk yang awalnya BigHit Entertainment.


HYBE Corporation beroperasi sebagai label rekaman, agensi bakat, produksi musik, manajemen acara dan produksi konser, dan sebagai penerbit musik rumahan.

HYBE Corporation mencakup HYBE HQ, HYBE America, dan HYBE Japan untuk aktivitas mereka di Korea, AS, dan Jepang.

HYBE Labels sendiri cakupannya dibagi menjadi 3 divisi yaitu Hybe Labels, Hybe Solutions, dan Hybe Platforms.

HYBE Labels akan mengurusi semua artis kpop dan label kpop di dalam HYBE. Hybe Labels membawahi berbagai agensi. Misalnya, BTS dan TXT dengan Bighit Music, NewJeans (ADOR), Seventeen, Enhypen, Le Sserafim dan grup lainnya.

BACA JUGA : ARMY Kecewa BTS Seakan Dilupakan, Ajakan Unsubscribe HYBE Labels Viral

Sementara Hybe Solutions berfokus pada konten bisnis di dalam perusahaan, termasuk game online dan konten pendidikan yang melibatkan artis HYBE. Lalu. HYBE Platforms mengelola aspek teknis perusahaan, seperti Weverse.

Perkembangan pesat perusahaan, menempatkan HYPE sejajar dengan perusahaan industri hiburan Korea Selatan yaitu JYP, SM, dan YG.

Semua Berawal dari BigHit Entertainment

BigHit Entertainment berdiri pada 1 Februari 2005. Kemudian, pada tahun 2010, Bang Si Hyuk menggelar audisi nasional. Kim Namjoon yang dijuluki Rap Monster atau RM menjadi anggota pertama dari BTS.

Dia adalah pondasi awal BTS. Di berbagai video yang beredar, RM sempat berkali-kali ditanya Bang Si Hyuk pilih solo karir sebagai rapper atau bikin grup BTS. Dia menjawab BTS. Seandainya, saat itu dia mementingkan solo karirnya, maka BTS tidak akan pernah ada.

Setahun kemudian, bergabunglah Min Yoongi atau Suga. Remaja asal Daegu yang berharap jadi rapper dan produser, namun hanya bisa pasrah ketika masuk BTS harus berhadapan dengan dance.

Lalu ada J-Hope yang bergabung. Bersama RM, Suga, ketiganya menjadi faktor penting awal berdirinya BTS.

Kemudian Kim Taehyung atau V yang direkrut dan dijadikan kartu AS bagi BTS. Dia dimunculkan detik-detik debut karena takut ditikung agensi lain. Karena visual dan suaranya yang unik.

Jeon Jungkook yang memiliki suara dan dance yang bagus bergabung. Berikutnya Kim Seokjin yang pertama kali direkrut karena visualnya yang tampan. Terakhir Park Jimin sebagai member terakhir masuk BTS dengan bakat dance. Jin dan Jimin kemudian berlajar vokal, sehingga bergabung bersama V dan Jungkook di barisan vokal line.

Jadilah BTS terdiri dari 3 rapper, 4 vokal serta dance dan berhasil debut tahun 2013.

Masa-masa sulit perjuangan membangun BTS mereka lewati, mulai dari tinggal di asrama yang kecil, makan seadanya, mengajak orang untuk menonton konser mereka secara gratis, rekaman di garasi sempit. Membagikan brosur ke orang-orang asing untuk mau melihat penampilan mereka. Ya, mereka dianggap rendah karena BigHit agensi kecil.

BACA JUGA : Pernyataan Kontroversi CEO Min Hee Jin, Sebut Kesuksesan NewJeans Atas Andilnya Bukan HYBE

Pelecehan secara verbal sudah mereka alami, terutama para rappline. Dalam salah satu acara Kim Bong Hyun’s Hip Hot Invitation 1st Annivesary Brodcast, RM dan Suga yang datang malah dipermalukan. Seorang rapper Korea, B-Free menyebut mereka seperti wanita karena riasan dan pakaian mereka.

“Bukankah kalian tidak berpikir bahwa mereka seperti wanita, dengan pakaian yang sama,” ujar B-Free saat itu di depan publik.

Dan, hinaan tak menghentikan mereka hingga kerja keras mereka membuahkan hasil, BTS memenangkan ‘Rookie of the Year’ di Melon Music Awards tahun 2013. Kemudian penghargaan bergengsi di 2016 Melon Music Awards (MMA), Daesang pertama mereka berkat album The Most Beautiful Moment in Life: Young Forever.

Kiprah BTS di kancah internasional saat memenangkan Billboard Music Award di kategori Top Social Artist tahun 2017. Saat itu, menang di kategori tersebut dianggap sebelah mata. Namun, BTS berhasil membungkam haters, di tahun 2019 merekan menang kembali di Billboard Music Awards, kali ini di kategori Duo/Grup Terbaik.

Setelah itu, berbagai penghargaan tak terbendung, saking banyaknya piala yang mereka raih, di gedung HYBE ada museum yang diperuntukkan menyimpan semua piala BTS. Satu-satunya yang belum dicapai BTS adalah memenangkan Grammy Awards meski sudah tiga kali masuk nominasi sejak 2019.

Pada tahun 2019, Bang Si Hyuk bersama Yoon Seok Jun menjadi CEO dan co CEO Bighit Entertainment. Yoon fokus pada komponen bisnis perusahaan sementara Bang akan fokus pada produksi kreatif.

Pada 12 Januari 2019, Big Hit Entertainment memperkenalkan boygrup baru yaitu TXT beranggotakan Yeonjun, Soobin, Huening Kai, Taehyun, Beomgyu.

Pada Mei 2020, Big Hit menjadi pemegang saham mayoritas Pledis Entertainment. Big Hit mengumumkan bahwa label rekaman akan mempertahankan kemerdekaannya, tetapi para artisnya (yang termasuk boygroup NU’EST & Seventeen) akan lebih banyak dipromosikan di luar Korea Selatan.

Pada Oktober 2020, CEO BigHit, Bang Si Hyuk memberikan 68,385 lembar saham Big Hit Entertainment kepada setiap anggota BTS.

Bit Hit telah mendaftarkan laporan kepada Komisi Jasa Keuangan untuk dicatat di Korea Composite Stock Price Index (KOSPI). Dimana, Bang Si Hyuk memberikan 68,385 lembar saham Big Hit Entertainment kepada setiap anggota BTS.

Pada Maret 2021, BigHit secara resmi ganti nama menjadi HYBE. Pada minggu kedua bulan Maret, Big Hit mengumumkan rebranding menjadi perusahaan platform gaya hidup hiburan dengan nama HYBE Corporation.

Pada 19 Maret, perusahaan merilis presentasi online yang merinci restrukturisasi organisasinya, dan menyatakan bahwa nama “BigHit Entertainment” (yang terkait dengan operasi musiknya) menjadi BigHit Music di bawah divisi Label baru Hybe.

Penggantian nama tersebut sesuai hasil Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 30 Maret 2021. Sejauh ini, BigHit Music membawahi BTS dan TXT.

1 Juli 2021, setelah restrukturisasi organisasi kedua, HYBE mengumumkan pengunduran diri Bang Si Hyuk sebagai CEO Hybe untuk mengembalikan fokusnya ke produksi musik. Posisinya digantikan oleh Park Ji Won, namun Bang Si Hyuk tetap punya posisi sebagai Ketua Dewan Direksi.

Perjalanan Big Hit menjadi Hybe ini memang tak terlepas dari andil Bang Si Hyuk dan kesuksesan BTS di ranah musik internasional. “Kami dapat mencapai sejauh ini berkat BTS, mereka titik awal kami dan kekuatan pendorong sepanjang jalan. Kami termasuk BTS, berpikir bahwa kami tidak bisa mengambil satu langkah pun tanpa ARMY,” ujarnya.

“Bersama 10 tahun, kalian (ARMY) sudah seperti keluarga bagi kami,” ungkap Bang Si Hyuk dalam satu wawancaranya.

BTS dan ARMY memang tak bisa dipisahkan. Bahkan tak jarang mereka dilabeli ‘fandom toxic dan menyeramkan’ karena ARMY sangat protektif terhadap idolanya. Seperti kasus NewJeans yang diberitakan menjadi pilar baru HYBE karena prestasi mereka. Dua lagu mereka Ditto dan OMG masuk Chart Billboard Hot 100 hanya enam bulan usai debut.

BACA JUGA : BTS Era Solo, NewJeans Ambil Alih Rangking Teratas Reputasi Artis Korea

ARMY tak terima hal itu dibandingkan dengan BTS yang baru bisa masuk Billboard chart tiga tahun setelah debut. Karena NewJeans debut di perusahaan yang mapan dan tinggal menjalani tapak yang sudah BTS buka di ranah musik internasional.

Pun demikian, meski sering ‘war’ dengan fandom lain, member BTS mengakui betapa kuatnya ARMY saat mendukung mereka. Maka tiap kali menerima piala, nama ARMY tak pernah luput dalam pidato BTS.

Bahkan ARMY mendapat porsi besar dalam kunci sukses BTS. “Ini sangat sederhana, ada 100 persen dari kesuksesan, aku akan memberikan 50 persen atau setengahnya untuk ARMY. Dan setengahnya lagi aku berikan (bagi) 5 persen untuk masing-masing member jadi 35 persen dan aku berikan 15 persen untuk HYBE dan Bighit. Jadi ini sebuah tropi, mungkin persentase dariku 5 persen, itu seperti di ujung tropi,” jelasnya RM Leader BTS, dalam satu wawancara saat ditanya apa yang membuat BTS bisa tetap rendah hati meski sudah sangat jaya.

“Jadi kamu menyadari dirimu bukan apa-apa, kesuksesan ini bukan milik kamu sepenuhnya, aku selalu mencoba menyadari itu untuk diriku sendiri, itu membantuku utnuk teta rendah diri. Itu sangat pentung untuk bertahan di industri yang gila ini,” pungkas RM. (nin/pojoksatu)