Mentalnya Lagi Down, Lee Jeong Hoon Ingin Tinggalkan Anak Istrinya demi Tenangkan Diri

Lee Jeong Hoon dan istrinya Moa.

POJOKSATU.id, MENJALANI karir di Indonesia jauh dari negara asalnya, Korea Selatan, Lee Jeon Hoon mengalami masa sulit hingga membuat mentalnya down. Dia merasa sebagai kepala rumah tangga yang tak berguna.


Salah satu penyebab mental Lee Jeong Hoon down adalah soal keuangan. Karirnya masih jalan di tempat dan belum menemukan sukses yang dicarinya. Belum lagi sejak keluar dari HITZ, boyband yang membesarkan namanya, dia dicap pencuri istri orang (pebinor) karena menikahi istri Irwan Chandra, temannya di HITZ.

Dia membandingkan sukses orang tuanya, mertuanya yang berbanding terbalik dengan yang dia alami saat ini. Ada lima anggota keluarga yaitu anak-anaknya dan istrinya yang harus ditanggungjawabi.

“Kalau mau ngomong lebih dalam soal keuangan kayak sedih banget. Terus kayak enggak berguna,” ujarnya saat ngobrol dengan Alvin Adam dalam konten Alvin In Love di Channel YouTube Cumi cumi.


BACA JUGA : Dicap Tatap Sinis Dita Kerang Gegara Takut Popularitasnya Tersaingi, Ini Penjelasan Fuji

Lee mengatakan orang kerap menilainya sebagai orang yang ceria. Namun, di dalam hati dia pikirannya dia sering merasa sebagai orang tak berguna.

“Kalau di luar sana saya orangnya ceria, saya orangnya fun, saya tiap hari mikir saya kayak enggak berguna, ngapain hidup,” sebutnya.

Perasaan itu sebulan ini menyerangnya. “Kok aku bawa istriku, keluargaku ini malah memperburuk,” sambungnya.

Dia menilai akan lebih baik jika keluarganya tanpa kehadirannya. “Malah kayak coba mereka tanpa aku kayaknya bagus ya. Baru kemarin ngomong mending aku keluar dari rumah, aku kos, coba kalian hidup dulu, aku hidup sendiri, kalau aku lebih tenang, aku balik lagi,” ungkapnya.

Lee mengaku tak bisa bicara tentang yang dialami ke keluarga besarnya melainkan hanya ke istrinya. “Enggak bisa ngobrol ke semua keluaga, mental saya lagi…(gesture tangan turun naik),” lanjutnya.

Di satu sisi, dia bersyukur memiliki istri seperti Moa yang berusaha menenangkannya dalam kondisi terpuruknya.

“Dia berusaha kuatkan saya, tenangkan saya. Tapi manusia sedekat apapun kita enggak bisa sedalam-dalamnya (cerita), jadi dia sebisanya dia. Moa wanita luar biasa,” pungkas Lee Jeong Hoon. (nin/pojoksatu)