Soal Dugaan Penistaan Agama yang Dilakukan Budi Dalton, Mabes Polri Sudah Bilang Begini, Siap-siap Aja Ya

Sule Budi Dalton Mang Saswi dilaporkan karena menghina Islam.
Budi Dalton, Sule dan Mang Saswi kembali dilaporkan ke polisi.

POJOKSATU.id, BARESKRIM Polri mulai melakukan pendalaman terhadap kasus penistaan agama yang diduga dilakukan komedian Budi Dalton. Dimana, dia dituding mengolok-olok Nabi Muhammad SAW lewat kalimat miras.


Budi Dalton sendiri telah dilaporkan oleh pelapor Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA 212) Novel Bamukmin.

“Laporannya sudah masuk ya,” kata Kasubdit 1 Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Reinhard Hutagaol kepada wartawan, Kamis (24/11/2022).

Kendati laporannya sudah diterima penyidik, namun Kombes Reinhard belum membeberkannya secara detail perihal perkembangan laporan tersebut.


Kombes Reinhard juga belum membeberkan jadwal pemeriksaan terlapor dan juga pelapor.

“Kewenangan penyidik ya, nanti diinfokan selanjutnya,” ujarnya.

BACA JUGA : Belum Beres Laporan PA 212, Sule, Budi Dalton dan Mang Saswi Dilaporkan Lagi ke Polda Metro Jaya

Sebelumnya, Seniman Budi Dalton dilaporkan ke Bareskrim Polri terkait videonya yang mengeluarkan lelucon bahwa miras adalah minuman Rasulullah SAW.

Budi Dalton dilaporkan oleh Persaudaraan Alumni (PA 212) karena diduga telah melakukan penistaan agama. Dalam hal ini pelapornya sendiri adalah Novel Bakummin

Laporan tersebut teregistrasi dengan nomor LP/B/0659/XI/SPKT/Bareskrim Polri tertanggal 14 November 2022.

“Sudah kita laporkan Budi Dalton terkait penistaan agama ke Bareskrim Polri. Harus segera diproses,(tangkap),” kata Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin saat dihubungi pojoksatu.id, Senin (21/11/2022).

Aliansi Masyarakat Pecinta Rasulullah (Ampera) juga melaporkan artis Sutisna alias Sule, Sasongko Widjanarko alias Mang Saswi, dan Budi Dalton.

Ketiganya dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada Rabu (23/11/2022) terkait kasus penistaan agama dan menistakan Nabi Muhammad SAW.

Apa yang dilakukan ketiganya diduga memang ada unsur kesengajaan mengolok-olok Nabi Muhammad SAW lewat kalimat miras.

Atas ulah itu, ketiganya disangkakan dengan Pasal berlapis yaitu Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU RI Nomor 1 Tahun 1946, Pasal 156 dan/atau 156A KUHP, dan Pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (firdausi/pojoksatu)