Profil Ladya Chery, Pemeran Utama Perempuan Terbaik FFI 2022, Tersohor dari AADC, Sempat Vakum dan Tinggal di AS

Ladya Cheryl
Ladya Cheryl dan saat memerankan Iteung di film Seperti Dendam Rindu Harus Dibalas. Foto : Instagram/@sepertidendamfilm.

POJOKSATU.id, FILM ‘Seperti Dendam Rindu, Harus Dibayar Tuntas’ sukses menjadi sorotan di Festival Film Indonesia (FFI) 2022, dengan lima piala. Diantaranya, Ladya Cheryl memenangkan Pemeran Utama Perempuan Terbaik.


Ladya Cheryl yang memerankan sosok Iteung di film ‘Seperti Dendam Rindu, Harus Dibayar Tuntas’ mengalahkan aktris nominasi lain seperti Happy Salma, Maudy Koesnaedi, Marsha Timothy dan Tika Panggabean.

Menyebut nama Ladya Cheryl, kita pasti teringat dengan karakter ‘Alya’ di film Ada Apa dengan Cinta (AADC) tahun 1997. Sosok pendiam teman Cinta yang mengalami kekerasan dari orang tuanya.

Pada 1997, Ladya memulai kariernya sebagai model dan menjadi juara favorit di sebuah majalah. Kemudian pada 2002, ia menjalani debutnya sebagai aktris film layar lebar, dengan membintangi film Ada Apa Dengan Cinta sebagai Alya.


AADC bisa disebut sebagai batu loncatan kepopulerannya di dunia akting, meski sebelumnya dia sudah berkarir di dunia model. Setelah itu, dia terlihat beberapa kali ikut membintangi film-film pendek, namun kemudian vakum cukup lama. Dia sempat menjadi penata busana, sutradara, juga penulis naskah.

Kemudian, aktris pemilik nama lengkap Theresia Ladya Cheryl Baharrizki ini nyaris hilang di peredaran. Apalagi artis kelahiran 11 April 1981 menikah dengan putra mantan menteri Agum Gumelar, Zeke Khaseli pada tahun 2015. Mereka memilih tinggal di Amerika Serikat (AS). Dan menimba sekolah akting di negeri Paman Sam itu.

BACA JUGA : Dianggap Berjasa Menjadikan Ayu Ting Ting Komedian, Wendi Cagur : Dia Mau Belajar

BACA JUGA : Gegara Syuting Mesra dengan Kiky Saputri, Wendi Cagur Diusir Putranya dari Rumah

Tak seperti selebriti lain, Ladya termasuk sangat pelit dengan kehidupan pribadinya. Ada satu akun Instagram yang diduka miliknya @pluantheseahorse hanya mengunggah hal artistik dan berhubungan dengan dunia kerjanya.

Ladya sendiri mengaku sempat tidak percaya diri saat ditawari peran di film ‘Seperti Dendam Rindu, Harus Dibayar Tuntas’, karena sudah lama vakum.

“Aku dapat teks WhatsApp (dari Edwin, sutradar film tersebut diajak syuting). Gua ada kayak kepikiran gua enggak merasa yakin sama diri gue sendiri. Karena ada gap (jarak) lama gua engak akting,” ujarnya di YouTube Paralifilm beberapa waktu lalu.

Dia pun secara profesional ikut casting, dengan mengirimkan video beberapa dialog Iteung, seorang perempuan berusia 19 tahun.

“Waktu gue casting gua berusaha ngedit melakukan yang sebaik-baiknya. Meskipun gua nervous berkali-kali sampai ke Edwin,” sebutnya.

BACA JUGA : Perankan Tokoh Jatmiko di ‘Sri Asih’, Reza Rahardian Apresiasi Film Superhero Perempuan Pertama yang Disutradarai oleh Perempuan

Saat mengirimkan contoh video castingnya, Ladya mengaku sampai 10 kali ulang karena insecure lantaran sudah lama tidak akting.

Bahkan, dia masih tidak yakin dengan aktingnya saat film itu dirilis 20221 lalu. “Sampai film itu tayang ada ketidakyakinan, karena kita pasti akan ngelihat kekurangan. Tapi dunia dan karakter (di film ini) yang sangat nyata yang jarang gua lihat di film Indonesia belakangan ini,” jelasnya.

Ladya mengakui sebelum menerima peran Iteung dia membaca novel karya Eka Kurniawan yang diadaptasi di film ini.

“Setelah gua baca bukunya, baca pertama kali gua langsung suka semua karakter yag ada di situ. Gua ngerasa semua karakter hidup. Iteung itu smart, mandiri, terampil, kuat, dia tipe yang tidang bisa menunggu,” ungkapnya.

Di film ‘Seperti Dendam Rindu, Harus Dibayar Tuntas’, Ladya berpenampilan jadul seperti set film itu era 80-90-an. Rambutnya kribo yang hist di jaman itu.

Seperti diketahui, selain Ladya, empat piala lainnya yang diterima film ‘Seperti Dendam Rindu, Harus Dibayar Tuntas’ adalah Edwin (Sutradara Terbaik), Marthino Lio (Pemeran Utama Pria Terbaik), Edwin & Eka Kurniawan (Penulis Skenario Adaptasi Terbaik), dan Gemailla Gea Geriantiana (Penata Busana Terbaik).

Namun, saat malam penganugerahan FFI 2022, Ladya Cheryl tidak hadir menerima langsung pialanya, Selasa (22/11/2022). Ini merupakan penghargaan pertamanya di kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik. (nin/pojoksatu)