Kritik Penghentian TV Analog, Cita Citata : Rasanya Kurang Pas Jika Dilakukan Saat Ini

Cita Citata protes pemberlakuan TV digital
Cita Citata protes pemberlakuan TV digital. Foto : Instagram/@cita_citata.

POJOKSATU.id, PEDANGDUT Cita Citata mengkritik kebijakan pemerintah mulai menghentikan siaran TV Analog dan migrasi ke TV Digital. Dia menilai, pemberlakukaan itu kurang tepat jika dilakukan saat ini.


Dia menilai kebijakan migrasi TV Analog ke TV Digital kurang tepat berdasarkan beberapa video di media sosial, dimana warga kurang mampu kehilangan tontonan, karena tak mampu membeli Set Top Box (STB).

“Sedih banget liat slide video video ini. Melihat beberapa pemberitaan tentang kebijakan pemerintah menghentikan siaran TV Analog atau analog switch off (ASO). Rasanya kurang pas jika dilakukan di saat ini,” tulisnya, di akun Instagram-nya, Senin (7/11/2022).

Dengan harga sekira 200 ribuan untuk STB, dirasa kecil buat sebagian orang. Namun, di kalangan warga lainnya cukup memberatkan.


“Mungkin dari slide video video ini bagian dari suara hati masyarakat yang memang belum mampu untuk membeli Set Top Box (STB). Kalau lihat dari pemberitaan, harga STB berkisar Rp200-350 ribu. Buat sebagian masyarakat, harga segitu cukup lumayan, bisa buat makan sehari-hari,” jelasnya.

BACA JUGA : Soal Penghentian Total Siaran TV Analog Beralih ke Digital, Menkominfo: Dimulai dari Tiga Wilayah Ini

BACA JUGA : Survei Indostrategi per Oktober 2022 : Mayoritas Pendukung Jokowi Apresiasi Prabowo Subianto

“Pihak terkait memang memberikan STB gratis bagi masyarakat kurang mampu membeli tapi, dengan sejumlah syarat,” sambungnya.

Pelantun Goyang Dumang itu mengatakan kebijakan ini seakan memaksa masyarakat punya gadget baru. “Kita semua dipaksa buat beli gadget dong?,” tukasnya.

Pun, jika pada akhirnya akan begitu, Cita Citata berharap pemerintah dan pihak terkait benar-benar mengawasi agar kebijakan TV Digital ini.

“(Agar) tidak dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan dari masyarakat kecil. Apalagi kalau sampai ngga tepat sasaran seperti kasus bansos,” ungkapnya.

Kekasih Didi Mahardika ini berharap pemerintah tiap kali membuat kebijakan harus mau melihat kondisi masyarakat kurang mampu.

“Tolong dong Ibu/Bapak yang terhormat, lihat ke bawah. Sudah harga bahan pokok naik terus hiburan juga dipersulit. Dimana Pancasila sila ke-2 dan ke-5,” pungkas Cita Citata. (nin/pojoksatu)