Benarkah Rizky Billar Hendak Bunuh Lesti Kejora dalam Kasus KDRT, Begini Penjelasan Lengkap Polda Metro

Rizky Billar
Rizky Billar. Instagram/@rizkybillar

POJOKSATU.id, JAKARTA- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan membantah adanya percobaan bunuh diri yang dilakukan Rizky Billar terhadap Lesti Kejora dalam kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).


“(Tidak ada) Itu kan seperti yang saya jelaskan di lawal ada tindakan mencekik, kemudian dibanting di kasur,” kata Zulpan kepada wartawan, Rabu (5/10/2022).

Menurut Zulpan, apa yang dilakan Rizki Billar itu murni merupakan tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga.

“Kalau untuk unsur pidananya ini kekerasan dalam rumah tangga,” ujarnya.


Selain itu, Zulpan pastikan luka yang dialimi Lesti akibat kekerasan sang suaminya itu yakni lebam di bagian tangan dan kaki.

Tak hanya itu, ada juga luka lebam di bagian sensitif Lesti Kejora yang tak bisa diperlihatkan ke publik.

BACA : Tegaskan Devina Kirana Bukan Selingkuhan Rizky Billar, Kim Hawt Sebut Si Tante Bakal Muncul ke Publik

“Luka lebam tangan kaki akibat bantingan, ada luka tapi gak diperlihatkan karena merupakan bagian sensitif, agak sensitif gitu ya, aurat, tertutup jadi tidak dilihatkan. Tapi penyidik telah memiliki foto-foto,” ujarnya.

Insiden KDRT itu berawal saat Lesti Kejora mengetahui kabar suaminya Rizky Billar selingkuh dengsn wanita lain. Saat ini pula Listi Kejora meminta dirinya agar dipulangkan ke rumah kedua orangtuanya.

Pada tanggal 28 September 2022 dini hari, Listi Kejoran dengan suaminya Rizky Billar bertengkar. Pada saat itu pertengkaran keduanya terjadi dua kali.

Pertengkatan pertama terjadi pada pukul 01.51 WIB dini hari, kemudian pertengkaran terjadi lagi pada pagi hari sekira jam 09.47 WIB.

Selanjutnya pagi harinya sekira jam 09.47 WIB, keduanya bertengkat lagi. Di hari itu Rizky Billar pun kemudian melakukan kekerasa pisik lagi terhadap istrinya itu.

Rizky Billar menarik tangan Lesti ke arah kamar mandi kemudian membantingnya ke lantai, dan dilakukan berulang kembali.

Dalam kasus ini, terlapor di jerat dengan Pasal 44 UU RI No. 23 tahun 2004 tentang PKDRT dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak 15 juta. (firdausi/pojoksatu)