Dibully Netizen hingga Ingin Bunuh Diri, Prilly Latuconsina Disadarkan Nasehat Sang Ayah

Prilly Latuconsina pernah depresi hingga ingin bunuh diri
Prilly Latuconsina pernah depresi hingga ingin bunuh diri. Foto : Instagram/@prillylatuconsina96.

POJOKSATU.id, AKTRIS muda Prilly Latuconsina mengungkap masa lalu kelamnya ketika dibully netizen hingga ingin bunuh diri. Itu terjadi di era 2014-2015, saat karirnya melejit di sinetron ‘Ganteng-Ganteng Srigala’.


Padahal, waktu itu kata Prilly Latuconsina, dirinya masih belum paham arti ketenaran. Yang dia tahu adalah bekerja dan syuting. Namun, ekspektasi netizen terhadapnya terlalu besar hingga menjadi tekanan yang kuat dalam kehidupannya.

“Dibully netizen sudah jadi artis. Tiap hari muka aku ada di infotaiment. Aku ada di fase apa yang aku lakuin sedetail apapun ada di infotainment. Tahun 2014 kan sinetron rating satu, alhamdulillah, enggak ngerasa aku siapa, kan kita syuting doang,” jelas Prilly Latuconsina di Podcast Denny Sumargo, Selasa (9/10/2022) malam.


Dia syok saat mendapati setiap hari masuk infotainment. “Aku jadi sadar apa yang aku lakukan sekecil apapun jadi berita, dilihat semua orang. Yang dimana ternyata aku enggak bisa aku lakukan yang menurut aku normal. Misalnya, bicara blak-blakan,” sebutnya.

Prilly yang saat itu masih usia 18 tahun, mengaku tidak tahu berlaku di depan kamera. “Apalagi aku baru terkenal, jadi enggak menyiapkan diri untuk itu. Itu terjadi begitu saja, belajar sendiri bagaimana menghadapi media, di depan publik,” sambungnya.

BACA JUGA : Viral, Video Aliando Elus Kepala Prilly Latuconsina saat Bertemu Lagi setelah 8 Tahun

Salah satu yang menjadi bahan bullyan saat itu adalah cara berpakaian Prilly. “Ternyata setiap aku tampil ada aja. Dikatain enggak tahu fashion, karena aku pakai baju seadanya, enggak ngerti ada fashion stylist. Dikata-katain masalah baju, dikatain soal make up,” sebutnya.

Selain itu, persoalan yang harus Prilly Latuconsina adalah seakan dipaksa jadian dengan Aliando Syarief yang jadi lawan mainnya saat itu.

“Waktu itu sinetron meledak aku dipasangkan dengan pasangan saat itu, tiba-tiba orang menuntut harus pacaran sama dia. Padahal aku punya kehidupan normal yang lain. Saat itu aku dipasangkan dengan Aliando, orang ngeship,” jelasnya.

BACA JUGA : Sigap Berikan Jasnya saat Rok Ayu Ting Ting Robek ketika Live, Wendi Cagur Banjir Pujian dari Netizen

“Positif thinking-nya, berarti kita bagus akting orang baper benaran, sinetronnya laku. Tapi negatif side-nya jadi banyak tekanan, pemberitaan di infotainemnt yang menekan aku. Apa saja jadi berita dan memenuhi ekspektasi orang,” tukasnya.

Prilly merasa menjadi stres karena bullyan dan tekanan netizen. “Dibully Kayak kita jadi orang yang paling salah di dunia. Stres banget, aku kan di sini punya keluarga, lu (netizen) nge-bully orang, lu lupa orang ini punya keluarga, apalagi keluarga aku sangat dekat, ketika aku dibully aku harus melindungi hati mama aku, papa aku, opa aku,” tuturnya.

Saat itulah keputuasaan menghinggapi Prilly. Niat bunuh diri datang. Namun, di sisi lain dia takut melakukannya. “Aku pengen mati, kalau nyayat takut darah, minum obat nyamuk kalau enggak mati sakit tenggorokan. Aku mau bunuh diri yang enggak sakit. Di momen itu, aku depresi empat hari enggak keluar kamar, sampai takut buka Instagram,” bebernya.

BACA JUGA : Tantri Kotak Ungkap Miliki Trauma Tentang Ulang Tahun, Ini Penyebabnya

Beruntungnya, orang tuanya membuatnya sadar untuk mensyukuri kehidupannya yang berlimbah ketenaran dan rejeki di saat orang lain menginginkan itu, namun tidak bisa.

“Habis itu aku sadar, ya apa gunanya mengakhiri hidup aku karena judgement orang lain yang engak benar. Karena yang tahu diri kita adalah kita. Yang buat sadar orang tua,” sambungnya.

Orang tuanya mengajak Prilly Latuconsina bicara setelah resah empat hari tidak keluar kamar. “Papa aku ngingatin dari semua berkah yang Tuhan kasih, kamu dikasih karir, banyak jutaan anak di luar sana pengen posisi kamu,” kenangnya.

Ayahnya juga mengingatkan betapa dirinya gampang mendapatkan follower di Instagram dibanding orang lain. Juga mengingatkan bahwa yang ngebully hanyalah sekian persen dari yang benar benar mencintai.

“(Ayahnya bilang) ‘Karena mereka kamu enggak mensyukuri berkah yang Tuhan kasih, mendingan kamu salat dan minta maaf sama Tuhan’. Ternyata banyak hal yang bisa aku syukuri,” ujarnya.

Kini, Prilly Latuconsina mengaku telah menjadi pribadi yang kuat, dan tahan atas bullyan netizen. “Alhamdulillah lebih tough dari sebelumnya,” pungkasnya. (nin/pojoksatu)