Tiga Pengunjung Karaoke Tewas, Manajemen Sebut Ayu Ting Ting Hanya Brand Ambassaor, Salah Alamat Jika Sang Biduan Dipolisikan

ayu ting ting
Ayu Ting Ting dilaporkan ke polisi karena tiga pengunjung tewas karena miras oplosan usai dari Ayu Ting Ting Karaoke di Bengkulu. Foto : Instaram/@ayutingting92.

POJOKSATU.id, MANAJEMEN Ayu Ting Ting Karaoke menjelaskan status sang biduan hanyalah brand ambassador. Sehingga, kejadian di outlet Bengkulu tidak ada kaitan dengan ibu satu anak itu.


Pemilik Brand Ayu Ting Ting Karaoke, Rico Hidros Daeng, menegaskan pihak keluarga korban harusnya hanya memperkarakan manajemn di Bengkulu atau ke dirinya juga boleh. Tapi tidak dengan mempolisikan pelantun Sambaldo tersebut.

“Saya di sini mau bilang, salah kalau (melaporkan Ayu Ting Ting) tapi ke manajemen. Kebetulan manajemen Ayu Ting Ting Karaoke itu saya, saya yang punya brand itu. Ayu Ting Ting enggak tahu apa-apa, sayalah yang pemilik brand. Harusnya (laporan polisinya) ke saya dan manajemen outlet di Bengkulu,” jelasnya dikutip Pojoksatu.id dari kanal YouTube Cumi-cumi.

Suami artis Angelica Simperler menjelaskan kronologis kejadian tiga pengunjung Ayu Ting Ting Karaoke, akhir Juni 2022. Dia memastikan ketiganya tidak meninggal di outlet melainkan di rumah sakit. Selain itu, miras oplosan yang diminum korban juga bukan dari outlet.


“Korban itu meninggalnya bukan di outlet, mereka karaoke hari Kamis, meninggalnya ada yang hari Jumat dan Sabtu. Dan oknum penjual miras tersebut sudah tertangkap oleh Kepolisian Bengku, saya appreciate,” ungkap pria yang akrab disapa Ai Djagger itu.

BACA JUGA : Imbas Tiga Pengunjung Karaoke Miliknya Tewas, Ayu Ting Ting Dilaporkan ke Polisi

BACA JUGA : Sudah Lebaran Idul Adha Hari Ini, Ayu Ting Ting Juga Ikut Potong Sapi Kurbannya

Dia mengatakan pihaknya kaget sampai ada kabar kuasa hukum korban melaporkan Ayu Ting Ting karena kejadian itu. “Tiba-tiba ini nongol berita seperti ini, Ayu di-sue sama pihak keluarga korban. Mungkin keluarga korban enggak tahu, pemilik brand itu siapa, wajar sih,” ungkapnya.

“Kaget kok ke ayuting tng, harusnya sampai di Bengkulu aja, ini kan franchise. Jadi memang pihak Bengkulu koorperatif dengan kepolisian. Kok tiba-tiba pihak keluarga melaporkan Ayu ting ting, enggak masalah semua berhak melaporkan. Mungkin dipikir Ayu Ting Ting yang punya brand,” lanjutnya.

“Saya pemilik brand Ayu Ting Ting Karaoke, Ayu Ting Ting hanya sebagai brand ambassador. Masalah ini harusnya berkutat di saya dan manajemen tidak di Ayu Ting Ting,” sambungnya.

Ai melanjutkan, pihaknya mendukung polisi menuntaskan kasus ini. Pun, dari mereka memastikan punya bukti bukan yang menyedikan miras oplosan itu.

“Saya dapat informasi dari outlet di Bengkulu, saya punya bukti CCTV, terus saat tamu masuk saat minuman dibawa masuk, dan saat tamunya check out. Ada tiga korban, dua perempuan satu laki-laki. Semua itu meninggalnya bukan di outlet di luar dari outlet. Dari pihak kepolisian, dan Pemda memberi ijin buat kita untuk terus buka sampai sekarang, sempat tutup satu dua hari untuk penyelidikan, dan dinyatakan kejadian bukan di tempat kita, aman, kita buka seperti biasa,” tuturnya.

Ai mengatakan Ayu Ting Ting Karaoke selama ini punya SOP yang wajib dipatuhi semua outlet cabang.

“Kalau kita bermasalah harusya (masih) tutup. Kondisinya kita hanya tempat hiburan hanya memfasilitasi, orang bebas masuk dengan SOP kita. Setiap cabang, saya punya aturan dilarang a,b,c,d. Saya lagi cek apakah ada oknum yang terlibat di sana atau tidak. Yang jelas dari pusat sudah jelas aturan mainnya,” ungkapnya.

Namun, Ai tak menampik kejadian di Ayu Ting Ting Karaoke Bengkulu adalah kecolongan. “Ini kita lagi kecolongan, kok bisa ada miras oplosan masuk ke outlet. Yang jelas penjualnya sudah tertangkap. Mudah-mudahan Polda Bengkulu bisa segera menyelesaikan kasus ini. Kita tunggu press rilis dari Polda Bengkulu,” imbuhnya.

Pun demikian, Ai mengucapkan turut berduka cita terhadap ketiga korban. “Dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. Enggak ada kita jual miras oplosan, kita punya bukti CCTV,” ujarnya. (nin/pojoksatu)